Runtut.com

DPR Ketok Palu UU Reforma Agraria

DPR RI sahkan UU Reforma Agraria. Aturan baru ini bentuk lembaga di bawah Presiden, redistribusi tanah untuk petani, dan atasi konflik agraria.

2 menit baca
2
UU Reforma Agraria disahkan oleh DPR.
UU Reforma Agraria disahkan oleh DPR. — Foto: Tangkapan layar TV Parlemen

JAKARTA - Langkah baru penataan aset dan akses tanah di Indonesia resmi dimulai. DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara, Senayan, Selasa (22/9/2026).

Persetujuan diambil setelah seluruh fraksi menyatakan kesepakatannya dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Pengesahan tingkat II ini menyusul rampungnya pembahasan antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dan pemerintah yang diwakili Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamenkum Eddy Hiariej, serta Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto dengan total 596 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

Undang-undang baru ini diproyeksikan menjadi payung hukum progresif untuk merespons ketimpangan penguasaan lahan dan sengkarut konflik agraria yang berkepanjangan.

Poin Kunci dan Hal Baru dalam UU Reforma Agraria

Berdasarkan laporan Ketua Panja RUU Reforma Agraria, Iman Sukri, berikut sejumlah terobosan substansial yang dimuat dalam regulasi anyar tersebut:

  • Lembaga Khusus di Bawah Presiden: Dibentuk lembaga penyelenggara reforma agraria yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk mengurusi perencanaan, eksekusi, hingga penyelesaian sengketa, lengkap dengan pengawasan dari Dewan Pengawas eksternal.

  • Prioritas bagi Kelompok Rentan: Subjek penerima tanah (redistribusi) memprioritaskan petani penggarap, buruh tani, nelayan, masyarakat adat, kelompok perempuan, dan warga miskin.

  • Kriteria Lokasi Prioritas (LPRA): Penetapan lahan fokus pada wilayah berkonflik, tanah terlantar, tanah absentee, serta daerah dengan tingkat ketimpangan kepemilikan ekstrem.

  • Integrasi Akses dan Aset: Redistribusi tanah tidak berhenti pada pembagian sertifikat, melainkan diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi, pembangunan wilayah, dan kemitraan berkelanjutan.

  • Perlindungan Pejuang Agraria: Regulasi ini memberi jaminan perlindungan hukum bagi pendamping masyarakat, pelapor, saksi, dan warga yang mempertahankan hak atas tanahnya, serta menerapkan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC).

  • Sistem Satu Data & Moratorium Konsentrasi Lahan: Penataan dilakukan ketat untuk mencegah pembatasan pemilikan tanah berlebih (rekonsentrasi) serta mengintegrasikan seluruh basis data tanah nasional.

Melalui pengesahan ini, seluruh mekanisme reforma agraria yang sedang berjalan akan diintegrasikan ke dalam sistem baru guna menjamin kepastian hukum dan keterbukaan publik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu