Runtut.com

Rupiah Tembus Rp17.500, Pernyataan Prabowo soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Tuai Kritik

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal warga desa tidak memakai dolar menuai kritik di tengah pelemahan rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS.

2 menit baca
9
Rupiah Tembus Rp17.500, Pernyataan Prabowo soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Tuai Kritik
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam agenda pemerintahan. Pernyataannya soal warga desa tidak memakai dolar menuai kritik di tengah pelemahan rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS. — Foto: Sekretariat Presiden

Jakarta — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pelemahan rupiah kembali menjadi sorotan. Di tengah nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, Prabowo menyebut warga di desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir terhadap pergerakan dolar karena tidak bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Pernyataan tersebut langsung menuai kritik karena dinilai menyederhanakan dampak pelemahan rupiah. Meski warga desa tidak memakai dolar secara langsung, pelemahan rupiah tetap bisa berdampak pada harga barang impor, bahan baku, energi, pupuk, alat produksi, obat-obatan, dan barang konsumsi yang masuk hingga ke desa.

Pelemahan rupiah sendiri terjadi cukup dalam. Pada Selasa, 12 Mei 2026, rupiah spot ditutup di level Rp17.529 per dolar AS. Kontan melaporkan posisi itu sebagai penutupan terburuk sepanjang masa, setelah rupiah sempat menyentuh Rp17.535 per dolar AS secara intraday.

Bank Indonesia menyebut tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi global, tekanan datang dari ketidakpastian geopolitik, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat. Dari sisi domestik, permintaan valuta asing meningkat karena kebutuhan pembayaran dividen, utang luar negeri, dan kebutuhan musiman seperti ibadah haji.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyatakan BI akan terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan koordinasi kebijakan. Dalam keterangan resmi, BI juga menyebut bauran kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga stabilitas, sementara inflasi 2026 diperkirakan tetap dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 4,9–5,7 persen.

Namun, persoalan pelemahan rupiah tidak hanya menyangkut kebijakan moneter. Komunikasi politik pemerintah juga menjadi sorotan. Dalam situasi pasar yang sensitif, pernyataan presiden dapat dibaca sebagai sinyal oleh investor, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo soal warga desa tidak memakai dolar dimaksudkan untuk menghibur masyarakat. Sejumlah media melaporkan Purbaya menyebut Presiden memahami persoalan rupiah, tetapi ingin menenangkan rakyat.

Meski demikian, kritik tetap muncul karena masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih substantif. Publik bukan hanya ingin ditenangkan, tetapi juga perlu mengetahui langkah pemerintah untuk menjaga harga, daya beli, biaya produksi, dan kepercayaan investor.

Di tengah tekanan ekonomi, pernyataan pemimpin negara tidak bisa dilepaskan dari persepsi pasar. Jika komunikasi pemerintah dianggap meremehkan risiko, kepercayaan publik dan investor bisa ikut tertekan.

Karena itu, polemik ini bukan sekadar soal satu kalimat. Ia menjadi ujian bagi pemerintah dalam membaca krisis, menjelaskan risiko, dan menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di hadapan publik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu