Runtut.com

Tinjau Kebakaran Bromo, Emil Dardak Percepat Penanganan Titik Api Baru agar Tak Meluas

Emil Dardak pastikan titik api baru di Penanjakan dan Bukit Dingklik Bromo ditangani agar kebakaran tidak kembali meluas.

2 menit baca
8
Tinjau Kebakaran Bromo, Emil Dardak Percepat Penanganan Titik Api Baru agar Tak Meluas
Wagub Jatim Emil Dardak meninjau lokasi kebakaran Bromo dan temui masyarakat sekitar — Instagram/@emildardak

JAWA TIMUR - Kebakaran kawasan Gunung Bromo kembali memunculkan titik api baru di wilayah Penanjakan dan Bukit Dingklik, Kabupaten Pasuruan. Temuan tersebut membuat petugas memperluas area penanganan dengan menggabungkan metode pemadaman darat dan udara untuk mencegah api kembali menyebar ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, sejumlah titik api baru ditemukan saat proses pemadaman masih berlangsung di beberapa lokasi sebelumnya. Area Pundak Lembu dan puncak P30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian petugas.

“Di Pundak Lembu dan puncak P30 kami lakukan pemadaman. Namun, ternyata di Penanjakan dan Dingklik juga ada titik api yang berada di luar perimeter api,” ujar Emil saat meninjau kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026).

Menurut Emil, titik api baru tersebut langsung ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Petugas melakukan pemadaman menggunakan jalur darat pada area yang masih dapat dijangkau, sedangkan lokasi dengan medan sulit ditangani melalui dukungan udara menggunakan metode water bombing.

“Ini segera kami padamkan juga melalui darat dan udara agar api tidak menyebar lagi,” katanya.

Kebakaran melanda kawasan Gunung Bromo dengan kobaran api terlihat di area perbukitan. Petugas terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Kebakaran melanda kawasan Gunung Bromo dengan kobaran api terlihat di area perbukitan. Petugas terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. — Instagram/@bbtnbromotenggersemeru

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan keterbatasan peralatan manual. Beberapa alat gebyok yang digunakan untuk memadamkan api mengalami kerusakan sehingga petugas memanfaatkan ranting pohon untuk melakukan pendinginan serta menangani titik api berukuran kecil.

Sementara itu, kobaran api dengan intensitas besar membutuhkan penanganan menggunakan helikopter water bombing. Metode tersebut dipilih karena beberapa lokasi tidak memungkinkan dijangkau langsung oleh personel pemadam.

Mobil pemadam kebakaran juga tetap dimaksimalkan melalui jalur darat yang tersedia. Namun, kendaraan tidak dapat mendekati seluruh titik api, termasuk kawasan Watangan, karena kondisi medan yang terjal dan sulit dilalui.

Emil menjelaskan, meskipun sebagian besar kobaran api telah berhasil dikendalikan, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Kondisi angin yang cukup kencang berpotensi membawa bara api ke wilayah lain, sementara vegetasi kering di kawasan pegunungan menjadi material yang mudah terbakar.

Untuk mencegah penyebaran api, petugas TNBTS memperkuat pengawasan pada sekat bakar sepanjang sekitar enam kilometer di sisi selatan Lembah Watangan. Area tersebut menjadi batas pengendalian agar api tidak berpindah ke kawasan yang lebih luas.

“Ada enam kilometer sekat bakar yang kini dijaga personel TNBTS. Saat ini ada 10 orang dan akan kami tambah 10 orang lagi untuk melakukan patroli. Jangan sampai api melompati sekat tersebut,” tutur Emil.

Upaya pemadaman kebakaran Bromo masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas TNBTS, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu