JAWA TIMUR - Kebakaran kawasan Gunung Bromo kembali memunculkan titik api baru di wilayah Penanjakan dan Bukit Dingklik, Kabupaten Pasuruan. Temuan tersebut membuat petugas memperluas area penanganan dengan menggabungkan metode pemadaman darat dan udara untuk mencegah api kembali menyebar ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, sejumlah titik api baru ditemukan saat proses pemadaman masih berlangsung di beberapa lokasi sebelumnya. Area Pundak Lembu dan puncak P30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian petugas.
“Di Pundak Lembu dan puncak P30 kami lakukan pemadaman. Namun, ternyata di Penanjakan dan Dingklik juga ada titik api yang berada di luar perimeter api,” ujar Emil saat meninjau kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026).
Karhutla Bromo Meluas 70 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing6 Agustus 2026 pukul 17.13Menurut Emil, titik api baru tersebut langsung ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Petugas melakukan pemadaman menggunakan jalur darat pada area yang masih dapat dijangkau, sedangkan lokasi dengan medan sulit ditangani melalui dukungan udara menggunakan metode water bombing.
“Ini segera kami padamkan juga melalui darat dan udara agar api tidak menyebar lagi,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan keterbatasan peralatan manual. Beberapa alat gebyok yang digunakan untuk memadamkan api mengalami kerusakan sehingga petugas memanfaatkan ranting pohon untuk melakukan pendinginan serta menangani titik api berukuran kecil.









