Rakercab II IPNU IPPNU Mojokerto menjadi ruang mengevaluasi capaian tahun pertama sekaligus merancang program yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
RUNTUT.COM – Memasuki tahun kedua kepengurusan, PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto menjadikan evaluasi program satu tahun pertama sebagai dasar untuk menentukan arah gerakan berikutnya.
Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertahankan program yang dinilai berjalan baik sekaligus membuka peluang bagi pengembangan gagasan baru.
Rakercab II PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto digelar di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, Ahad (4/10/2026), dengan mengusung tema “Reinvent and Recharge”.
Kegiatan tersebut membahas evaluasi program kerja periode 2025–2026 sekaligus menyusun program kerja untuk periode 2026–2027.
Evaluasi ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses organisasi karena memberikan kesempatan bagi pengurus untuk melihat kembali pelaksanaan program selama satu tahun.
Dari proses tersebut, organisasi dapat mengidentifikasi capaian, pengalaman, serta bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki periode kerja berikutnya.
Selama tahun pertama, PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto menjalankan sejumlah program yang mencakup berbagai bidang. Gerakan organisasi diarahkan pada kaderisasi, pendidikan, sosial, keagamaan, pengembangan potensi, hingga kreativitas kepemudaan.
Keragaman program tersebut menjadi pengalaman bagi pengurus dalam memahami kebutuhan kader dan masyarakat. Program yang telah dijalankan juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan bentuk kegiatan yang lebih relevan pada tahun kedua kepengurusan.
Ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto Yus Sahril Shobirin dan Ketua PC IPPNU Kabupaten Mojokerto Ayunin Uswatun Chasanah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah terlibat dalam pelaksanaan program selama tahun pertama.
Memasuki tahun kedua, organisasi menghadapi kebutuhan untuk menjaga kesinambungan program sekaligus melakukan penyesuaian.
Program yang telah berjalan dapat diperkuat berdasarkan hasil evaluasi, sementara gagasan baru dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kader yang berubah.
Tema “Reinvent and Recharge” menggambarkan dua kebutuhan tersebut. Reinvent mengarah pada upaya memperbarui cara berpikir dan metode gerakan, sedangkan recharge menekankan penguatan kembali energi kader dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan pembahasan evaluasi dan penyusunan program kerja secara bersamaan, Rakercab II menjadi titik peralihan dari pengalaman tahun pertama menuju agenda kepengurusan tahun kedua. Hasil forum tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengurus dalam menentukan prioritas kerja selama periode 2026–2027.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab