Runtut.com
FashionBreaking News

Jersey Bola Masuk ke Dunia Fashion, Bukan Lagi Sekadar Seragam Suporter

Perpaduan budaya sepak bola dan fashion membuat jersey semakin sering hadir dalam gaya berpakaian sehari-hari, dari streetwear hingga tren blokecore.

3 menit baca
1
Seorang perempuan mengenakan jersey sepak bola putih dan celana jeans dalam gaya streetwear kasual.
Seorang perempuan mengenakan jersey sepak bola putih dan celana jeans dalam gaya streetwear kasual. — amin naderloei (@aminnaderloei) - Unsplash

RUNTUT.COM - Jersey bola biasanya identik dengan stadion, hari pertandingan, dan para suporter yang ingin menunjukkan dukungan kepada tim kesayangannya. Namun, fungsi tersebut kini mulai bergeser. Jersey sepak bola semakin sering muncul sebagai bagian dari pakaian sehari-hari dan bahkan masuk ke dalam tren fashion.

Jersey tidak lagi harus dikenakan ketika seseorang sedang menonton pertandingan. Di jalanan, media sosial, hingga berbagai acara, pakaian tersebut mulai dipadukan dengan item fashion lain untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Dalam beberapa tahun terakhir, jersey sepak bola telah menjadi bagian dari perkembangan streetwear. Vogue mencatat bahwa jersey mulai banyak dikenakan oleh orang yang bahkan tidak memiliki keterikatan khusus dengan klub atau tim tertentu. Daya tariknya justru terletak pada warna, desain, logo, dan kesan vintage yang dimiliki sebuah jersey.

Dari Stadion ke Streetwear

Salah satu tren yang ikut mendorong perubahan tersebut adalah blokecore. Gaya ini mengambil inspirasi dari pakaian khas penggemar sepak bola, terutama jersey vintage yang dipadukan dengan celana jeans dan sneakers.

Meski berangkat dari budaya sepak bola, blokecore kemudian berkembang menjadi gaya berpakaian yang lebih luas. Jersey bisa dipadukan dengan celana longgar, jaket, rok, hingga berbagai aksesori. Perpaduan tersebut membuat jersey tidak lagi terlihat seperti pakaian khusus pertandingan, melainkan bagian dari outfit sehari-hari.

Perkembangan tersebut juga membuat jersey semakin mudah diterima oleh orang yang tidak terlalu mengikuti sepak bola. Vogue mencatat bahwa konsumen kini sering memilih jersey berdasarkan warna dan desainnya, bukan semata-mata karena mendukung klub yang tertera di bagian depan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebuah jersey dapat memiliki nilai fashion tersendiri. Lambang klub atau negara memang tetap menjadi bagian dari identitas pakaian, tetapi desain keseluruhan juga menjadi pertimbangan ketika seseorang memilihnya sebagai outfit.

Fashion Mulai Mengolah Jersey

Masuknya jersey ke dunia fashion juga tidak berhenti pada cara memakainya. Sejumlah desainer dan brand mulai mengolah kembali bentuk jersey agar lebih sesuai dengan dunia fashion.

Beberapa desain bahkan dibuat ulang menjadi atasan dengan potongan berbeda, seperti model cropped, dress, atau pakaian dengan detail tambahan. Praktik upcycling juga muncul dengan memanfaatkan jersey lama untuk menciptakan produk baru. Vogue mencatat sejumlah label dan desainer telah mengeksplorasi cara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2026, hubungan antara sepak bola dan fashion semakin terlihat. Sejumlah kolaborasi melibatkan brand olahraga, rumah mode, hingga label streetwear. Vogue mencatat kolaborasi seperti Nike dengan Palace untuk koleksi yang terinspirasi tim nasional Inggris serta kolaborasi Willy Chavarria dengan Adidas dan tim nasional Meksiko.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa jersey tidak lagi berdiri sendiri sebagai merchandise olahraga. Pakaian yang sebelumnya dibuat untuk kebutuhan pertandingan kini dapat menjadi bagian dari koleksi fashion dan streetwear.

Bukan Lagi Sekadar Soal Klub

Popularitas jersey sebagai fashion juga memperlihatkan perubahan cara orang memandang pakaian olahraga. Jersey memiliki karakter visual yang kuat sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan gaya personal tanpa harus mengenakan pakaian yang terlalu rumit.

Tren tersebut semakin mendapatkan perhatian pada 2026 ketika Piala Dunia kembali menjadi sorotan. Vogue bahkan menyebut blokecore sebagai salah satu arah perkembangan menswear Spring/Summer 2026, dengan pakaian sepak bola yang dibuat lebih modern dan dipadukan dengan elemen fashion lainnya.

Pada akhirnya, jersey bola kini memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar menjadi seragam suporter. Dari tribun stadion, pakaian ini bergerak menuju jalanan, media sosial, hingga dunia fashion.

Jersey tetap membawa identitas sepak bola, tetapi cara orang memakainya sudah berkembang. Bagi sebagian orang, mengenakan jersey bukan lagi hanya soal klub mana yang didukung, melainkan juga soal bagaimana sebuah pakaian olahraga dapat menjadi bagian dari gaya dan identitas mereka.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua