beberapa pakaian yang sudah di kustom dengan tambahan kain yang menjadikan pakaian tersebut terlihat lebih menarik. — Unsplash - @ Danny Greenberg
RUNTUT.COM - Pakaian lama yang menumpuk di lemari belum tentu harus berakhir menjadi sampah. Dengan sedikit kreativitas, kain yang sudah tidak terpakai bisa diubah menjadi produk fashion baru yang punya tampilan menarik dan nilai guna. Konsep ini dikenal sebagai upcycling, cara memanfaatkan material lama menjadi produk baru dengan nilai tambah.
Dalam dunia fashion, upcycling bisa dilakukan dengan mengolah kain sisa menjadi pakaian, tas, hingga aksesori. Selain memberi kesempatan kedua bagi material yang tidak terpakai, pendekatan ini juga membuka ruang bagi eksplorasi desain yang lebih unik.
Rompi hasil dari Upcycling dari bahan kain flanel. — Instagram - @wastra.upcycle
Salah satu contoh penerapan upcycling di Indonesia dilakukan oleh Wastra Upcycle, inisiatif yang digagas mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Dikutip dari RRI pada September 2026, pendirinya, Risma Ayu Damayanti, mengembangkan ide tersebut setelah melihat banyak pakaian yang sudah jarang digunakan dan hanya menumpuk di lemari.
Wastra Upcycle mengolah potongan kain perca batik menjadi produk fashion, salah satunya rompi yang memadukan motif batik dengan kain polos. Potongan kain diseleksi berdasarkan kondisi, warna, dan motif sebelum disusun menjadi pola dan dijahit menjadi produk baru.
Perpaduan kain tradisional dengan desain yang lebih modern membuat produk tersebut berupaya mempertahankan karakter batik sekaligus menyesuaikannya dengan gaya anak muda masa kini.
Upcycling tidak hanya menawarkan cara baru untuk bereksperimen dengan gaya berpakaian, tetapi juga berpotensi memperpanjang usia pakai material tekstil. Kain yang sebelumnya tidak terpakai bisa kembali dimanfaatkan sehingga kebutuhan akan bahan baru dapat dikurangi.
Meski begitu, dampak lingkungannya tetap bergantung pada proses produksi dan penggunaan produk tersebut. Upcycling bukan berarti seluruh prosesnya otomatis ramah lingkungan, tetapi dapat menjadi salah satu langkah untuk memanfaatkan material secara lebih optimal.
Bagi masyarakat, konsep ini bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memperbaiki pakaian lama, memodifikasi desainnya, atau memilih produk yang menggunakan bahan sisa. Dengan begitu, tampil menarik tidak selalu harus berarti membeli barang baru.