Runtut.com

Mengapa Membawa Tumbler Penting untuk Mengurangi Sampah Plastik?

Penggunaan tumbler semakin relevan sebagai pilihan praktis bagi masyarakat yang ingin menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di tengah aktivitas sehari-hari.

2 menit baca
2
Seseorang membawa tumbler yang dapat digunakan kembali dalam aktivitas sehari-hari.
Seseorang membawa tumbler yang dapat digunakan kembali dalam aktivitas sehari-hari. — Bluewater Sweden - Unsplash

RUNTUT.COM – Membawa tumbler kini menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari pergi ke kampus, bekerja, berolahraga, hingga menghabiskan waktu di kafe. Selain praktis, penggunaan botol minum yang dapat dipakai berulang kali menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.

Kebiasaan tersebut berkaitan dengan kesadaran seseorang terhadap dampak aktivitas sehari-hari bagi lingkungan. Namun, manfaat tumbler tidak cukup dilihat dari kepemilikannya. Penggunaan secara konsisten hingga benar-benar menggantikan botol plastik sekali pakai menjadi faktor penting dalam mengurangi timbulan sampah.

Sementara itu, persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyampaikan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 10,8 juta ton sampah plastik pada 2023. Dari jumlah tersebut, lebih dari 6 juta ton dilaporkan belum terkelola dengan baik.

Data tersebut menunjukkan pentingnya upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah membawa tumbler saat beraktivitas agar kebutuhan membeli air minum dalam kemasan plastik dapat dikurangi. Kebiasaan ini relatif mudah diterapkan karena tidak memerlukan perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari.

Meski demikian, membeli tumbler baru tidak serta-merta menjadikan seseorang lebih ramah lingkungan. Dampak positifnya bergantung pada seberapa sering botol tersebut digunakan kembali untuk menggantikan wadah sekali pakai. Jika hanya menjadi koleksi atau jarang digunakan, manfaat pengurangan sampahnya tentu tidak optimal.

Membawa tumbler dapat menjadi langkah awal membangun gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan ini bisa dimulai dengan mengisi ulang air minum sebelum bepergian, membawa botol sendiri saat bekerja atau kuliah, serta memanfaatkan fasilitas pengisian air minum yang tersedia di ruang publik.

Ketersediaan fasilitas isi ulang di kampus, kantor, pusat olahraga, dan tempat umum juga berperan dalam mendukung kebiasaan tersebut. Dengan akses air minum yang mudah, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada air minum dalam kemasan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Sebelum Pentas Komedi Tunggal Menjamur, Ada Ramon Papana
Pop Culture

Sebelum Pentas Komedi Tunggal Menjamur, Ada Ramon Papana

Sebelum pertunjukan komedi tunggal marak di Indonesia, Ramon Papana telah memperkenalkan stand-up comedy melalui Comedy Cafe sejak 1997.

Mila Nabilah· 5 hari lalu
Rumah Berhantu Kian Diminati Anak Muda di Jepang, Apa Penyebabnya?
Pop Culture

Rumah Berhantu Kian Diminati Anak Muda di Jepang, Apa Penyebabnya?

Rumah berstigma di Jepang diburu pembeli karena harganya bisa turun hingga 50 persen. Simak faktor di balik fenomena jiko bukken.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Tren Solo Traveling Perempuan di Asia Tumbuh, Apa Pemicunya?
Pop Culture

Tren Solo Traveling Perempuan di Asia Tumbuh, Apa Pemicunya?

Solo traveling perempuan di Asia semakin diminati berkat kemandirian finansial, kebutuhan me time, dan kemudahan teknologi perjalanan.

Rani Masida· 1 minggu lalu
Mendaki Gunung Makin Diminati, Aturan dan Keselamatan Tetap Diutamakan
Pop Culture

Mendaki Gunung Makin Diminati, Aturan dan Keselamatan Tetap Diutamakan

Tren mendaki gunung perlu diimbangi kepatuhan terhadap jalur resmi, persiapan keselamatan, dan tanggung jawab menjaga kebersihan serta kelestarian alam.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Holistic Health Jadi Cara Gen Z dan Milenial Indonesia Memaknai Hidup Sehat
Pop Culture

Holistic Health Jadi Cara Gen Z dan Milenial Indonesia Memaknai Hidup Sehat

Holistic health mengubah cara pandang tentang hidup sehat, mulai dari menjaga kebugaran, mengelola stres, hingga membangun rutinitas yang lebih seimbang.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 minggu lalu
Mencari Destinasi Underrated? Intip Keunikan Wisata Gili Trawangan
Pop Culture

Mencari Destinasi Underrated? Intip Keunikan Wisata Gili Trawangan

Cari pengalaman liburan berbeda? Gili Trawangan menawarkan pesona laut jernih, aktivitas seru, hingga panorama sunset dengan latar pegunungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 minggu lalu