Runtut.com

APBN 2027 Disahkan, Pemerintah Tetapkan Defisit 2,4 Persen untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah menyiapkan delapan fokus pembangunan dalam APBN 2027, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

2 menit baca
2
Runtut.com
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat menyampaikan penjelasan mengenai arah kebijakan fiskal dalam pembahasan APBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta. — kemenkeu.go.id

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna, Selasa (29/9/2026).

Pemerintah menyatakan kebijakan fiskal 2027 tetap diarahkan secara ekspansif dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan, perlindungan masyarakat, dan keberlanjutan keuangan negara.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan APBN 2027 dirancang dengan pendekatan kolaboratif, terarah, dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rancangan tersebut, pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Fiskal harus hadir untuk menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat dengan tetap menjaga kredibilitasnya. Kebijakan fiskal 2027 dirancang tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB,” ujar Suahasil.

Berdasarkan APBN 2027 yang telah disahkan, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.435,1 triliun. Sementara itu, belanja negara ditetapkan sebesar Rp4.106,3 triliun dengan pembiayaan anggaran sebesar Rp671,2 triliun yang dilakukan melalui skema yang disebut pemerintah sebagai inovatif dan terukur.

Arah kebijakan APBN 2027 difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, serta ketahanan bencana.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan pembangunan ekonomi kerakyatan dan desa serta penurunan kemiskinan sebagai bagian dari prioritas anggaran. Program pendukung lainnya mencakup sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.

Suahasil menjelaskan, APBN 2027 diarahkan untuk memperkuat peran negara melalui sejumlah alokasi anggaran utama. Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp824 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp539,7 triliun, serta ketahanan pangan sebesar Rp195,3 triliun.

“Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan, sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Suahasil.

Menurut Kementerian Keuangan, penyusunan APBN 2027 melalui proses pembahasan antara pemerintah dan DPR RI. Suahasil menyampaikan apresiasi atas dukungan dan proses pembahasan yang berlangsung selama penyusunan anggaran tersebut.

Dengan APBN yang sehat dan berkelanjutan, pemerintah berharap kebijakan fiskal tahun 2027 dapat menjaga stabilitas ekonomi, mendukung pertumbuhan, serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kerugian Karhutla 2026 Mencapai Rp167 Triliun, Dampaknya Meluas ke Kesehatan dan EkonomiBreaking
Ekonomi

Kerugian Karhutla 2026 Mencapai Rp167 Triliun, Dampaknya Meluas ke Kesehatan dan Ekonomi

Kerugian karhutla Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai Rp167 triliun. Dampaknya mencakup gangguan ekonomi, biaya kesehatan, dan produktivitas masyarakat.

Lusianti Dwi Cahyani· 18 jam lalu
Dari BI-Rate ke Cicilan, Perjalanan Panjang Bunga Acuan
Ekonomi

Dari BI-Rate ke Cicilan, Perjalanan Panjang Bunga Acuan

Mengapa BI-Rate naik atau turun tak langsung mengubah cicilan dan bunga deposito? Ini perjalanan suku bunga acuan hingga ke dompet, lengkap dengan simulasi.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
Kenapa Harga Cabai Gampang Meroket? Ini Ilmu Ekonominya
Ekonomi

Kenapa Harga Cabai Gampang Meroket? Ini Ilmu Ekonominya

Harga cabai bisa jatuh di bawah Rp10 ribu lalu meroket puluhan ribu. Ini penjelasan ekonominya, dari permintaan yang inelastis sampai rantai distribusi.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
BI Tahan Bunga 5,75 Persen, Rupiah Belum Lepas dari Tekanan
Ekonomi

BI Tahan Bunga 5,75 Persen, Rupiah Belum Lepas dari Tekanan

Bank Indonesia menahan BI-Rate 5,75 persen untuk ketiga kalinya. Rupiah masih bergerak di sekitar Rp17.900 per dolar AS di tengah harga minyak tinggi.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
Inflasi September 3,28 Persen, Cabai dan Emas Jadi Pemicu
Ekonomi

Inflasi September 3,28 Persen, Cabai dan Emas Jadi Pemicu

BPS mencatat inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan. Cabai rawit, daging ayam, dan emas perhiasan jadi pendorong utamanya.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,29 Persen di Triwulan II-2026, PDB Tembus Rp6.552,1 Triliun
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,29 Persen di Triwulan II-2026, PDB Tembus Rp6.552,1 Triliun

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II-2026. BPS menyebut konsumsi pemerintah menjadi salah satu pendorong utama.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 Agustus 2026