Memiliki pekerjaan tetap di sebuah perusahaan pelayaran dengan penghasilan yang jelas adalah pencapaian luar biasa, terutama bagi seseorang yang tumbuh dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Kemapanan finansial itulah yang sempat dinikmati oleh H. Musaffa Safril setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Merdeka Surabaya pada tahun 2009. Namun, rutinitas profesional tersebut rupanya tidak mampu meredam kegelisahan batinnya. Menjelang tahun 2012, ia menyadari bahwa jam kerja kantoran yang padat telah merenggut ruangnya untuk berorganisasi dan terjun ke tengah masyarakat, sebuah jalan hidup yang telah ia rintis sejak masa mahasiswa.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril membawa gagasan agar organisasi menjadi ruang tumbuh bagi kader yang kuat secara nilai, kapasitas, dan kemandirian ekonomi.
Sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril membawa gagasan agar organisasi menjadi ruang tumbuh bagi kader yang kuat secara nilai, kapasitas, dan kemandirian ekonomi. — Dok. Pribadi H. Musaffa Safril

Keputusan berani akhirnya diambil dengan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut demi merintis jalan khidmat di Nahdlatul Ulama melalui Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Tanpa jaminan masa depan yang pasti, Musaffa mulai merintis usaha berjualan batik Madura dari nol. Jatuh bangun mempelajari dunia perdagangan dan pemasaran ia lalui dengan sabar, hingga akhirnya jerih payah tersebut melahirkan jenama Sarung Batik Tulis ESBEHA yang terus berkembang. Keberhasilan bisnis kecilnya ini menyadarkannya pada satu filosofi penting, bahwa khidmat dan kemandirian ekonomi bukanlah dua kutub yang saling bertentangan, melainkan kekuatan yang harus berjalan beriringan.

Bagi seorang aktivis, kemandirian finansial adalah prasyarat untuk mengabdi dengan jiwa yang merdeka. Musaffa meyakini bahwa ketika kebutuhan dapur dan biaya operasional pergerakan bisa dipenuhi dari kantong sendiri, seseorang tidak perlu lagi bergantung pada pihak luar. Visi kemandirian ini pula yang kini menjadi fokus utamanya sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Timur. Ia tengah membangun ekosistem kolaborasi bisnis antar kader melalui berbagai instrumen ekonomi kelembagaan, mulai dari BUMA Ansor, koperasi, pelatihan vokasi, hingga program Patriot Ketahanan Pangan. Mimpi besarnya adalah menjadikan organisasi tidak hanya sebagai benteng ideologi, tetapi juga rumah yang mencetak kader-kader unggul, profesional, dan berdaulat secara ekonomi.