Bogor - Jalur tengah Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang) yang selama ini dikenal sebagai proyek jalan mangkrak, kini resmi dialihfungsikan menjadi kawasan pertanian dan peternakan terpadu. Program ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, dengan dukungan masyarakat, akademisi, dan praktisi pertanian.
Pengerjaan fisik dimulai pada 19 Juni 2026, dengan melibatkan petani lokal dari Bojonggede, Tajurhalang, dan Kemang. Lahan sepanjang delapan kilometer yang sebelumnya terbengkalai kini ditata menjadi zona produktif. Dari total lahan, 16,26 hektare median jalan dialokasikan untuk pertanian masyarakat, sementara 24 hektare tambahan disiapkan sebagai demplot pertanian skala besar. Dengan demikian, lebih dari 40 hektare lahan akan dikelola untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Demonstrasi di Grahadi Surabaya Berakhir Ricuh, 24 Ditangkap 13 Dibebaskan28 Juni 2026 pukul 09.11Konsep tata ruang kawasan ini dirancang berlapis. Tiga meter pertama jalur ditanami bunga untuk mempercantik koridor, diikuti lapisan jagung, lalu sayuran. Selain itu, embung dibangun untuk irigasi, serta jalur khusus roda tiga selebar dua meter disiapkan untuk distribusi pupuk dan hasil panen. Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan greenhouse modern, taman edukasi sampah, dan pusat pelatihan budidaya.
Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan. “Kita tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan yang produktif, menjadi etalase potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, kawasan jalur tengah nantinya akan menjadi laboratorium pertanian modern yang bisa digunakan masyarakat untuk belajar budidaya tanaman dan peternakan.
Koordinator lapangan, Alex, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. “Hari Jumat lalu kita mulai turunkan para petani lokal di sekitar Bojonggede, Tajurhalang, dan Kemang yang memang sudah terbiasa melakukan pertanian,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi IPB, praktisi pertanian organik seperti Jimmy Hantu, serta TNI yang akan membantu demplot pertanian skala besar.
Selain itu, Pemkab Bogor merencanakan pembangunan flyover di jalur Bomang dengan proses lelang pada Desember 2026 dan konstruksi ditargetkan mulai 2027. Dengan integrasi antara infrastruktur dan pertanian, kawasan ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Transformasi Jalur Tengah Bomang menjadi kawasan pertanian dan peternakan terpadu adalah langkah strategis untuk menghidupkan kembali proyek jalan yang lama terbengkalai. Dengan total lahan lebih dari 40 hektare, dukungan masyarakat, akademisi, dan praktisi, kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Bogor dalam pembangunan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.









