Kota Mojokerto – Tekanan ekonomi dan ketidakpastian sering kali menjadi pemantik paling kuat bagi seseorang untuk merintis jalannya sendiri. Hal inilah yang dirasakan oleh Sofi, pemilik kedai Titik Nyangkruk, sebuah tempat nongkrong bersahaja di kawasan Pasar Loak Ketidur, Surodinawan, Kota Mojokerto, yang resmi dibuka sejak Oktober tahun lalu. Berawal dari kebutuhan hidup yang kian mendesak, ia sukses mengubah tantangan menjadi peluang bisnis kuliner yang menjanjikan.

​"Inspirasinya dari kebutuhan hidup yang makin meningkat aja sih. Anak sudah makin besar, kebutuhan meningkat, ditambah ketidakpastian jaminan kerja pak suami juga," ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Sofi ini saat menceritakan titik balik keberaniannya memulai usaha.

​Berbekal passion kuat di bidang Food and Beverage (F&B) serta pengalaman mengelola katering kecil-kecilan, Mbak Sofi memantapkan hati membuka kedai yang menyajikan kopi, aneka es, ceker pedas, hingga nasi telur. Nama "Titik Nyangkruk" sendiri dipilihnya secara spontan dari istilah bahasa Jawa yang berarti tempat berkumpul atau kongkow.

​Meski jalannya dirasa penuh kemudahan dari awal mengurus perizinan, hari pertama pembukaan kedai langsung menguji mentalnya. "Keriwehannya luar biasa. Banyak orang datang sampai kita kehabisan gelas. Salah hitung uang juga karena saking bingungnya," kenangnya sambil tertawa. Selain itu, ia harus perlahan melakukan pendekatan sosial agar kehadirannya bisa diterima oleh sesama pedagang sekitar tanpa memicu rasa persaingan yang tidak sehat.

​Sihir Ceker Pedas dari Bekal Makan Malam

​Kedai Titik Nyangkruk menawarkan konsep yang terbilang unik dibanding warung kopi di sekitarnya. Di tempat ini, pelanggan disajikan makanan berat seperti nasi telur disambelin serta fasilitas karaoke gratis. Namun, dari seluruh menu yang ada, menu ceker pedaslah yang memiliki sejarah paling magis hingga menjadi produk paling diburu (best seller).

​"Cerita paling menarik sih dari menu ceker pedas. Awalnya saya cuma masak di rumah buat dibawa bekal sendiri, karena kadang suka lapar pas menjelang malam di kedai," cerita Mbak Sofi.

​Tak disangka, aroma masakan tersebut menarik perhatian seorang pelanggan yang tengah berkunjung. Setelah mencicipi bekal tersebut, sang pelanggan langsung melontarkan testimoni spontan yang mengubah arah bisnis kedai.

​"Komentar pertama yang keluar adalah: 'Mulai besok wajib ada menu ini di sini Mbak, saya bakal jadi orang yang tiap hari beli tanpa bosan'. Dari situ akhirnya saya memberanikan diri jual ceker pedas di kedai sampai sekarang, dan alhamdulillah selalu jadi best seller," tambahnya. Selain ceker pedas, kopi hitam racikan Mbak Sofi juga menjadi favorit karena memiliki cita rasa khas yang dinilai pelanggan berbeda dari warung lain.

Tak hanya menyajikan ragam kuliner nikmat, Titik Nyangkruk juga memanjakan pelanggannya dengan fasilitas karaoke gratis yang membuat suasana malam makin hidup dan gayeng.
Tak hanya menyajikan ragam kuliner nikmat, Titik Nyangkruk juga memanjakan pelanggannya dengan fasilitas karaoke gratis yang membuat suasana malam makin hidup dan gayeng. — Dok. Pribadi Titik Nyangkruk

​Tantangan Lokasi dan Bertahan di Tengah Badai

​Keputusan membuka kedai di kawasan Pasar Loak Ketidur, Surodinawan awalnya bermula dari tawaran seorang kolega. Meski area tersebut terbilang belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat sebagai destinasi kuliner utama, Mbak Sofi justru merasa tertantang. Terbukti, berkat akses jalan yang mudah dan keamanan lokasi yang kondusif, kedai ini perlahan ramai.

​Sayangnya, perjalanan Titik Nyangkruk tidak selalu mulus. Mbak Sofi sempat merasakan kerasnya pasang surut dunia usaha, mulai dari kehilangan barang-barang kedai, manajemen keuangan yang keliru hingga membuat modal minus, hingga ujian terberat ketika sang suami mengalami kecelakaan kerja.

​"Waktu pak suami kecelakaan kerja, semua modal kedai dan tabungan terkuras habis untuk biaya pengobatan. Kedai terpaksa tutup selama hampir dua minggu karena saya harus merawat pak suami," kenangnya lirih.

​Demi menyambung napas usahanya setelah kondisi suami membaik, perempuan tangguh ini memberanikan diri meminjam modal ke koperasi dengan tenor tiga bulan. Berkat pengelolaan yang konsisten, kedai kembali berputar dan pinjaman tersebut berhasil dilunasi tepat waktu. Bagi Mbak Sofi, pencapaian terbesar saat ini bukanlah profit yang melimpah, melainkan konsistensi untuk tetap bertahan menjaga mood dan mental yang kerap naik turun.

​Di tengah perjuangan tersebut, ada satu momen dari pelanggan yang tak pernah dilupakannya. Suatu hari, kedai baru saja dibuka dan langsung diguyur hujan deras hingga ia sempat gundah mengira kedainya akan sepi total.

​"Pukul 10 malam hujan reda, tiba-tiba datang gerombolan anak muda perantau dari Madura yang kuliah di sini. Mereka pesan makan dan minum dengan total 85 ribu. Waktu bayar mereka kasih 200 ribu dan dibantuin tutup kedai pula. Rasanya gundah yang aku rasain langsung dapat penghiburan dari Tuhan," ungkapnya haru.

Suasana hangat di kedai Titik Nyangkruk, Pasar Loak Ketidur, Mojokerto. Sesuai namanya, tempat bersahaja ini menjadi lokasi favorit pelanggan untuk 'nyangkruk' atau berkumpul melepas penat.
Suasana hangat di kedai Titik Nyangkruk, Pasar Loak Ketidur, Mojokerto. Sesuai namanya, tempat bersahaja ini menjadi lokasi favorit pelanggan untuk 'nyangkruk' atau berkumpul melepas penat. — Dok. Pribadi Titik Nyangkruk

​Jajan Sekaligus Beramal

​Kini, sebagian besar pelanggan datang berkat kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth). Dengan mengedepankan prinsip kejujuran kualitas bahan, tak sedikit pelanggan setia yang awalnya hanya datang untuk ngobrol kini telah bertransformasi menjadi layaknya saudara sendiri. Jika kedai libur sehari saja, Mbak Sofi dipastikan akan menerima "protes" dari para pelanggan kesayangan.

​Bagi Mbak Sofi, Titik Nyangkruk bukan lagi sekadar ladang mencari nafkah, melainkan ruang terapi pribadi. "Ini bukan sekadar usaha, tapi jadi obat juga. Sejak buka usaha ini aku jadi lebih sedikit overthinking, jadi lebih menjaga kesehatan, dan menghargai diriku sendiri," tuturnya.

​Menariknya, ada satu rahasia mulia yang jarang diketahui oleh publik dari kedai ini. Di balik setiap transaksi, ada misi sosial tersembunyi yang dijalankan secara konsisten oleh Sofi.

​"Setiap penghasilan dari jualan ini ada yang saya sisihkan untuk anak-anak di griya yatim. Otomatis setiap pelanggan yang beli di kedaiku jadi jajan sambil beramal," jelasnya dengan senyum tulus.

​Menatap masa depan, Mbak Sofi berharap Titik Nyangkruk dapat tumbuh menjadi usaha yang besar, membuka banyak cabang, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Kepada masyarakat yang ingin terjun ke dunia usaha, ia menitipkan sebuah pesan penutup yang lugas: "Jangan ragu untuk memulai, jangan ditunda lagi kalau memang modal dan kesempatan sudah ada."