Runtut.com
UmumBreaking News

Pembangunan Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Genangan di Lima Kawasan Jadi Sasaran

Pembangunan rumah pompa Surabaya mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung pertengahan November untuk mengurangi genangan di lima kawasan rawan.

2 menit baca
1
Runtut.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan progres pembangunan rumah pompa yang mencapai 90 persen di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/10/2026). Pemerintah menargetkan proyek rampung pertengahan November sebelum memasuki periode hujan berikutnya. — surabaya.go.id

JAWA TIMUR—Pembangunan rumah pompa di Surabaya telah mencapai 90 persen, dengan penyelesaian ditargetkan pada pertengahan November 2026. Proyek ini diarahkan untuk mengurangi genangan yang berulang setiap tahun di sejumlah kawasan, termasuk Tanjungsari, Simo Kalangan, Margorejo, Jemursari, dan Nginden Jangkungan. Namun, efektivitasnya baru dapat dinilai setelah seluruh fasilitas beroperasi dan menghadapi curah hujan di lapangan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan perkembangan tersebut di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/10/2026). Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pengerjaan setelah hujan mengguyur kota selama dua hari berturut-turut pada 26–27 Oktober. Percepatan dilakukan agar infrastruktur dapat beroperasi sebelum musim hujan mencapai periode yang diperkirakan lebih intens pada akhir tahun.

Eri berharap seluruh pembangunan selesai sesuai jadwal sehingga rumah pompa dapat digunakan ketika hujan meningkat pada Desember. Ia menyebut sejumlah lokasi yang selama bertahun-tahun mengalami genangan menjadi sasaran penanganan melalui pembangunan infrastruktur tersebut.

Kawasan Tanjungsari, Simo Kalangan, Margorejo, Jemursari, dan Nginden Jangkungan termasuk wilayah yang disebut pemerintah sebagai titik rawan. Genangan berulang di kawasan tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir perkotaan berkaitan dengan kemampuan sistem drainase menampung dan mengalirkan air ketika hujan turun.

Rumah pompa merupakan fasilitas yang membantu memindahkan air dari saluran atau area penampungan menuju saluran pembuangan ketika aliran gravitasi tidak cukup efektif. Kinerjanya bergantung pada kapasitas pompa, kondisi saluran, ketersediaan tempat penampungan, serta situasi air di saluran pembuangan.

Karena itu, pembangunan rumah pompa perlu berjalan seiring dengan pemeliharaan drainase dan pengendalian sampah yang berpotensi menyumbat aliran.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya menyampaikan bahwa proyek penanganan genangan tahun ini mencakup pembangunan rumah pompa, saluran, dan box culvert di berbagai titik. Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi saluran setempat.

Meski progres pembangunan telah mencapai 90 persen, penyelesaian fisik belum otomatis menjamin seluruh kawasan terbebas dari genangan. Hasilnya juga ditentukan oleh kesiapan operasional, kapasitas infrastruktur menghadapi debit air, dan kelancaran aliran dari kawasan hulu hingga saluran pembuangan.

Hujan pada 26–27 Oktober menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur perlu diuji bersamaan dengan percepatan proyek. Pemerintah kota masih harus memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi saat dibutuhkan, terutama di kawasan yang selama ini mengalami genangan berulang.

Target penyelesaian pada pertengahan November memberi waktu bagi pemerintah untuk memeriksa kesiapan fasilitas sebelum memasuki periode hujan berikutnya. Bagi warga, ukuran keberhasilan proyek ini bukan semata persentase pembangunan, melainkan berkurangnya frekuensi, luas, dan durasi genangan setelah seluruh sistem beroperasi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026
Umum

Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026

Magelang Flower Festival 2026 hadirkan edukasi bagi pelajar Kota Magelang untuk mengenal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanaman nusantara.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Kelangkaan BBM Meluas, Distribusi dan Panic Buying Disorot
Umum

Kelangkaan BBM Meluas, Distribusi dan Panic Buying Disorot

Kelangkaan BBM di Bali memicu antrean panjang di SPBU. Gangguan distribusi, lonjakan konsumsi, dan panic buying disebut menjadi pemicu.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Daerah Diminta Siaga
Umum

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Daerah Diminta Siaga

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia yang dapat memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Puing Roket ZhuQue-2E Jatuh di Kalteng, Dievakuasi ke Lanud Iskandar
Umum

Puing Roket ZhuQue-2E Jatuh di Kalteng, Dievakuasi ke Lanud Iskandar

Sempat dikira benda asing, serpihan logam raksasa yang jatuh di area perkebunan PT Agro Bukit dipastikan sebagai sisa roket peluncur satelit asal Tiongkok.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Dari Gedung Tua Jadi Modern, Potret Renovasi Sekolah Negeri Era Pramono Anung
Umum

Dari Gedung Tua Jadi Modern, Potret Renovasi Sekolah Negeri Era Pramono Anung

Potret perubahan sekolah negeri setelah direnovasi. Kini, sekolah negeri ini memiliki lift, smart board, perpustakaan, dan lapangan olahraga.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Dugaan Keracunan MBG di Sejumlah Daerah, Prosedur Pengelolaan SPPG Jadi Sorotan
Umum

Dugaan Keracunan MBG di Sejumlah Daerah, Prosedur Pengelolaan SPPG Jadi Sorotan

Kasus gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG di sejumlah wilayah menjadi perhatian. Evaluasi SPPG diperlukan dugaan pelanggaran standar keamanan pangan.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 minggu lalu