Proyek Kereta Cepat Merah Putih Jakarta - Surabaya — FOTO: Harian Haluan
RUNTUT.COM - Rencana pengembangan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya terus dimatangkan oleh pemerintah bersama sejumlah pihak terkait untuk memperkuat konektivitas antarkota besar di Pulau Jawa.
Setelah pengoperasian kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) berjalan, fokus perluasan kini diarahkan ke Jawa Timur guna memangkas jarak dan waktu tempuh antardaerah secara signifikan.
Proyek strategis ini dikembangkan melalui inisiatif Kereta Cepat Merah Putih dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
PT Industri Kereta Api (INKA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta sejumlah perguruan tinggi nasional bersinergi dalam riset dan manufaktur prototipe.
Pendekatan ini bertujuan agar Indonesia memiliki kemandirian penuh dalam merancang, menguasai, serta memproduksi teknologi kereta kecepatan tinggi tanpa bergantung pada pihak asing.
Berdasarkan hasil pengembangan prototipe yang didukung oleh pendanaan LPDP, kereta cepat ini diproyeksikan mampu menempuh rute Jakarta–Surabaya hanya dalam kurun waktu sekitar 30 hingga 40 menit.
Jakarta-Surabay dengan Kereta Cepat — foto: Instagram
Prototipe fisik kendaraan ditargetkan rampung dan mulai menjalani serangkaian uji coba sistem secara menyeluruh pada tahun 2026.
Meskipun demikian, pembangunan jalur menuju Surabaya masih harus melewati beberapa tahapan kajian teknis.
Pemerintah telah memulai kajian awal untuk perpanjangan rute dari Bandung menuju Jawa Timur dengan mempertimbangkan tiga opsi pilihan trase.
Hasil dari evaluasi tersebut nantinya menjadi acuan utama dalam menetapkan rute final pembangunan tahap berikutnya.
Kehadiran koridor transportasi berkecepatan tinggi ini membawa makna penting bagi pertumbuhan nasional. Jalur Jakarta–Surabaya merupakan salah satu pusat pergerakan ekonomi terkini dengan mobilitas penumpang dan barang yang sangat tinggi.
Selain memotong efisiensi waktu, konektivitas ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru, memperluas akses pasar, serta mengintegrasikan riset perguruan tinggi secara langsung ke dalam industri riil demi kemajuan bangsa.