Runtut.com

Seminar dan Perannya dalam Mengasah Kemampuan Komunikasi Mahasiswa

Seminar dapat menjadi sarana mahasiswa melatih public speaking melalui sesi tanya jawab, diskusi, dan pengamatan strategi komunikasi narasumber.

3 menit baca
4
Suasana seminar menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan melatih kemampuan public speaking.
Suasana seminar menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan melatih kemampuan public speaking. — Pexels

RUNTUT.COM – Seminar dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking. Melalui partisipasi aktif, mahasiswa berkesempatan melatih keberanian menyampaikan pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan membangun komunikasi yang efektif dalam forum akademik.

Bagi mahasiswa, seminar merupakan salah satu kegiatan yang dapat memperluas wawasan di luar perkuliahan. Ketertarikan terhadap topik, pengalaman narasumber, serta kebutuhan sertifikat untuk melengkapi portofolio menjadi beberapa alasan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Namun, seminar juga menyediakan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan akademik maupun dunia kerja.

Kemampuan tersebut dapat diasah melalui berbagai bentuk partisipasi selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa dapat berlatih menyampaikan pertanyaan, menanggapi materi, hingga mengamati cara narasumber menjelaskan gagasan kepada audiens. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan tanpa harus tampil sebagai pembicara.

Partisipasi Aktif dalam Sesi Diskusi

Sesi tanya jawab menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Meski telah memiliki pertanyaan, sebagian peserta terkadang memilih diam karena merasa gugup atau khawatir pertanyaan yang disampaikan kurang relevan.

Keraguan tersebut dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa yang belum terbiasa berbicara di hadapan banyak orang. Padahal, mengajukan pertanyaan membutuhkan kemampuan memahami materi, mengidentifikasi informasi yang belum dipahami, serta menyusun kalimat secara jelas dan terarah.

Pertanyaan yang disampaikan tidak harus panjang atau menggunakan istilah yang rumit. Pertanyaan sederhana yang sesuai dengan topik pembahasan dapat membantu mahasiswa memperdalam pemahaman sekaligus mendorong diskusi yang lebih interaktif.

Memahami Dasar Kemampuan Public Speaking

Public speaking kerap dipahami sebagai kemampuan berbicara di hadapan audiens dalam sebuah forum. Namun, keterampilan ini juga mencakup kemampuan menyusun gagasan, memilih kata, mengatur penyampaian pesan, dan menyesuaikan komunikasi dengan karakter pendengar.

Penyampaian yang efektif tidak selalu ditentukan oleh kelancaran berbicara atau panjangnya penjelasan. Gagasan yang disampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami dapat membantu audiens menangkap informasi dengan lebih baik.

Dalam seminar, mahasiswa dapat mempelajari aspek tersebut melalui pengamatan terhadap narasumber. Cara membuka presentasi, menjelaskan materi, menjawab pertanyaan, hingga menanggapi perbedaan pendapat dapat menjadi contoh penerapan komunikasi dalam situasi formal.

Mengamati Strategi Komunikasi Narasumber

Selain memahami materi, mahasiswa dapat memperhatikan strategi komunikasi yang digunakan narasumber selama seminar. Beberapa aspek yang dapat diamati meliputi pemilihan kata, penggunaan contoh, pengaturan alur penjelasan, dan cara menjaga perhatian audiens.

Narasumber yang mampu menjelaskan konsep kompleks dengan bahasa sederhana dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya menyesuaikan pesan dengan kebutuhan pendengar. Demikian pula, cara menjawab pertanyaan secara terarah dapat menjadi referensi dalam membangun komunikasi yang jelas dan efektif.

Mahasiswa tidak perlu meniru seluruh gaya komunikasi narasumber. Setiap individu memiliki karakter dan pendekatan tersendiri dalam menyampaikan gagasan. Hal yang dapat dipelajari ialah bagaimana menyampaikan informasi secara tepat dengan tetap mempertimbangkan situasi dan tujuan komunikasi.

Mengembangkan Kemampuan melalui Latihan

Pengembangan kemampuan public speaking dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana. Sebelum mengikuti seminar, mahasiswa dapat mempelajari gambaran umum materi agar lebih mudah memahami pembahasan dan menyusun pertanyaan yang relevan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dapat mencatat pokok materi, mengidentifikasi bagian yang belum dipahami, serta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan atau tanggapan. Bagi mahasiswa yang belum terbiasa berbicara di forum besar, latihan dapat dimulai melalui diskusi kelompok kecil atau presentasi di kelas.

Rasa gugup dan kesalahan dalam menyampaikan gagasan merupakan bagian yang dapat dievaluasi selama proses latihan. Mahasiswa dapat meninjau kembali cara menyusun kalimat, ketepatan pemilihan kata, dan kejelasan pesan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi pada kesempatan berikutnya.

Dengan memanfaatkan seminar secara aktif, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas. Kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam lingkungan akademik dan profesional.*

*Penulis: Na’ilah Cindy Salsabilah dan Anggi Tasari

Tentang Penulis
NC
Nailah Cindy Salsabilah

A Management student at Universitas Pamulang who loves learning, exploring new things and sharing little thoughts through writing

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Tarot di Era Digital: Perubahan Fungsi dan Cara Gen Z MemaknainyaBreaking
Perspektif

Tarot di Era Digital: Perubahan Fungsi dan Cara Gen Z Memaknainya

Faktor apa yang mendorong GenZ mencari validasi emosional, kepastian hidup, hingga ramalan lewat kartu tarot lewat TikTok?

Nurul Hidayah· 2 jam lalu
Ketika Gelar S1 Menjadi Syarat, Ke Mana Kompetensi Lulusan Vokasi Diperhitungkan?
Perspektif

Ketika Gelar S1 Menjadi Syarat, Ke Mana Kompetensi Lulusan Vokasi Diperhitungkan?

Pendidikan vokasi D3 dan D4 dibekali praktik serta magang. Namun, mengapa sejumlah lowongan kerja masih mensyaratkan lulusan S1?

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Sebelum PHK Jadi Jawaban, Perencanaan SDM Harus Jadi Pertanyaan
Perspektif

Sebelum PHK Jadi Jawaban, Perencanaan SDM Harus Jadi Pertanyaan

Perencanaan SDM membantu perusahaan menghadapi perlambatan ekonomi melalui pengembangan keterampilan, penataan kerja, dan evaluasi alternatif PHK.

Vrisca Claudia Listanto · 5 hari lalu
Menguji Asa Kereta Cepat Jakarta–Surabaya di Tahun 2026
Perspektif

Menguji Asa Kereta Cepat Jakarta–Surabaya di Tahun 2026

Jakarta–Surabaya cuma 30 menit? Intip proyek Kereta Cepat Merah Putih buatan anak bangsa yang siap uji coba prototipe di 2026!

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu
Kenapa Kita Beli Barang yang Awalnya Tidak Dibutuhkan? Ini Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian
Perspektif

Kenapa Kita Beli Barang yang Awalnya Tidak Dibutuhkan? Ini Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian

Harga, kualitas, promosi, dan media sosial memengaruhi keputusan konsumen. Kenali faktor di balik kebiasaan belanja agar lebih bijak sebelum membeli.

Riska Meisyadila · 5 hari lalu
Konsumen Makin Teliti, Keranjang Belanja Tak Lagi Berarti Siap Membeli
Perspektif

Konsumen Makin Teliti, Keranjang Belanja Tak Lagi Berarti Siap Membeli

Perubahan perilaku belanja membuat konsumen lebih banyak membandingkan harga, membaca ulasan, dan menimbang kebutuhan sebelum menentukan pembelian.

Vrisca Claudia Listanto· 6 hari lalu