Runtut.com

Gerakan Warga untuk Warga, Gotong Royong Bedah Rumah di Yogyakarta Bangun Hunian Layak Tanpa Mengandalkan APBD

Gerakan gotong royong di Yogyakarta memperbaiki rumah warga kurang mampu melalui kolaborasi masyarakat tanpa mengandalkan APBD.

3 menit baca
6
Gotong royong perbaikan rumah warga
Renovasi rumah Ibu Partini. — BKKBN

YOGYAKARTA - Sebuah gerakan gotong royong berbasis masyarakat di Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni dapat diatasi melalui kolaborasi warga. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama puluhan komunitas, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi sosial, dan masyarakat menggalang dukungan untuk memperbaiki rumah-rumah warga kurang mampu tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program tersebut menjadi salah satu contoh praktik "warga untuk warga" yang berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan akan hunian yang layak.

Gerakan tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-79 Kota Yogyakarta pada Juni 2026. Alih-alih mengandalkan pembiayaan pemerintah, program bedah rumah dijalankan melalui sumbangan material bangunan, dana, tenaga, hingga keahlian yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah berperan sebagai koordinator yang mempertemukan para donatur dengan warga yang membutuhkan bantuan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa kekuatan utama program tersebut terletak pada semangat gotong royong masyarakat.

"Ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pemerintah hanya mengorkestrasi. Jadi, melalui gotong royong seperti ini ada manfaat yang langsung dirasakan."

Menurut Hasto, dalam waktu sekitar satu pekan sejak gerakan dimulai, dukungan dari masyarakat telah memungkinkan perbaikan 22 rumah tidak layak huni. Sebelumnya, delapan rumah lainnya juga telah selesai direnovasi melalui gerakan serupa sehingga puluhan keluarga mulai memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.

Program tersebut menargetkan perbaikan 200 rumah tidak layak huni sepanjang 2026. Bantuan berasal dari sekitar 50 mitra, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, hingga individu yang menyumbangkan bahan bangunan, biaya renovasi, maupun tenaga kerja secara sukarela. Dengan model tersebut, biaya pembangunan tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Salah satu penerima manfaat adalah Partini (70), warga Kelurahan Wirogunan. Selama bertahun-tahun ia tinggal di rumah yang berada di dekat sungai dan sering terdampak banjir. Kondisi bangunan yang mulai rapuh membuat aktivitas sehari-harinya semakin sulit.

«l"Alhamdulillah, senang sekali rumah mau diperbaiki. Saya tinggal di sini dari kecil, sering kebanjiran juga," ujar Partini.

Penerima bantuan lainnya, Sultoni, mengaku bersyukur rumahnya akhirnya diperbaiki setelah diusulkan oleh warga sekitar. Perbaikan difokuskan pada penggantian rangka atap yang telah lapuk, pembangunan sekat ruangan, dan pembaruan lantai agar rumah lebih layak dihuni.

Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tingkat kampung. Warga sekitar ikut bergotong royong dalam proses renovasi, mulai dari membongkar bangunan lama, mengangkut material, hingga membantu pekerjaan konstruksi sesuai kemampuan masing-masing. Model tersebut memperlihatkan bahwa penyelesaian persoalan kemiskinan perumahan dapat dilakukan melalui partisipasi aktif masyarakat, bukan hanya mengandalkan intervensi negara.

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap gerakan ini dapat menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi persoalan rumah tidak layak huni. Dengan memanfaatkan semangat gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, perbaikan rumah warga tidak hanya menghasilkan hunian yang lebih layak, tetapi juga memperkuat rasa saling peduli dan tanggung jawab bersama terhadap sesama anggota masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal WJNC, Karnaval Malam yang Membawa Kisah Wayang ke Jalanan Jogja
Sosial Budaya

Mengenal WJNC, Karnaval Malam yang Membawa Kisah Wayang ke Jalanan Jogja

Wayang Jogja Night Carnival menjadi agenda budaya tahunan Yogyakarta yang memadukan cerita pewayangan, seni pertunjukan, dan kreativitas warga.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Stupa Induk Candi Borobudur Dipugar, Akses Naik Dibatasi Sementara
Sosial Budaya

Stupa Induk Candi Borobudur Dipugar, Akses Naik Dibatasi Sementara

Stupa induk Candi Borobudur tengah dipugar hingga akhir Oktober 2026. Simak aturan alur kunjungan terbaru dan batasan lantai bagi wisatawan reguler di sini.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
KKN Kelompok 17 dan Program PKM Resmi Selesai, Tutup Rangkaian Pengabdian di Desa Gempol Sari
Sosial Budaya

KKN Kelompok 17 dan Program PKM Resmi Selesai, Tutup Rangkaian Pengabdian di Desa Gempol Sari

Artikel ini membahas berakhirnya kegiatan KKN dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PKM) Kelompok 17 di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, pada

Naira Khairani Aryadi· 2 minggu lalu
RE COMIC Season 6 Buka Kesempatan bagi Komika Umum, Simak Syarat Pendaftaran dan Jadwalnya
Sosial Budaya

RE COMIC Season 6 Buka Kesempatan bagi Komika Umum, Simak Syarat Pendaftaran dan Jadwalnya

Standupindo Cilegon membuka kesempatan bagi komika baru dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah.

Rachmaddani Rizki Saputra· 10 September 2026
Seniman Bersatu Gelar Aksi di Balai Kota DKI: Suarakan TRITURA FPS-TIM, Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki oleh Jakpro
Sosial Budaya

Seniman Bersatu Gelar Aksi di Balai Kota DKI: Suarakan TRITURA FPS-TIM, Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki oleh Jakpro

Seniman FPS-TIM menggelar aksi di Balai Kota dan DPRD DKI menolak komersialisasi TIM oleh Jakpro, menyerukan pemulihan marwah dan fungsi kebudayaan.

Mila Nabilah· 12 Agustus 2026
Paduan Suara SMAN 15 Surabaya Cetak Prestasi 2 Medali Emas di Ajang Internasional
Sosial Budaya

Paduan Suara SMAN 15 Surabaya Cetak Prestasi 2 Medali Emas di Ajang Internasional

Paduan Suara SMAN 15 Surabaya meraih 2 medali emas di ajang internasional. Prestasi Libels Voice mengharumkan nama Indonesia di Taiwan.

Betriani · 5 Agustus 2026