Runtut.com

Dokter Tirta Ngaku Di-DM Dua Wamen Usai Kritik Insentif Fiskal MBG

Viral! Dokter Tirta mengaku dikirimi pesan oleh dua Wamen usai mengkritik kebijakan insentif fiskal yang berkaitan dengan MBG.

2 menit baca
1
Tirta Mandira Hudhi, M.B.A. (lebih akrab disapa dr. Tirta atau Cipeng) merupakan seorang dokter umum, pengusaha sukses, dan
Tirta Mandira Hudhi, M.B.A. (lebih akrab disapa dr. Tirta atau Cipeng) merupakan seorang dokter umum, pengusaha sukses, dan influencer kesehatan terkemuka asal Indonesia. — Foto: @dr.tirta

RUNTUT.COM — Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi mengaku dikirimi pesan singkat/direct message (DM) oleh dua Wakil Menteri (Wamen) usai mengkritik kebijakan insentif fiskal Rp 1 triliun program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Tirta dalam siaran langsungnya di media sosial. Ia menduga, isi live pribadinya yang secara gamblang membedah anggaran negara memang sengaja dipantau oleh para elite birokrat.

"Beneran di-DM, coy! Jadi artinya mereka tuh liat video saya. Saya di-DM dua Wamen," ujar dr. Tirta dalam potongan siaran langsung yang diunggah ulang di Instagram pribadinya (31/10/2026).

Meskipun mengkonfirmasi adanya teguran, influencer kesehatan itu memilih untuk tetap merahasiakan identitas kedua Wamen. Termasuk isi pesan yang mereka kirimkan.

Soroti Kelas Menengah dan Transparansi Pajak

Dalam rangkaian kritiknya, dr. Tirta menyoroti alokasi anggaran Rp 1 triliun yang bersumber dari uang pajak. Ia menegaskan penggunaan dana ini harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar dijadikan hadiah untuk Pemerintah Daerah.

Selain itu, dr. Tirta juga menyoroti nasib kelas menengah di Indonesia yang dinilai seringkali terjepit. Kelompok masyarakat ini menjadi selalu dikejar oleh berbagai kebijakan pajak baru, seperti rencana kenaikan PPN. Namun, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) seperti kelas bawah atau pengampunan sanksi pajak seperti kalangan atas.

Lebih lanjut, dr. Tirta memberikan catatan teknis terkait pelaksanaan program MBG di lapangan. Ia meminta pemerintah pusat memperketat pengawasan pada tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tegaskan Tak Ada Kebencian Personal

Kritik yang disampaikan dr. Tirta murni bersifat objek. Ia menegaskan, tidak ada kebencian personal dengan Presiden maupun Wakil Presiden.

Dokter Tirta juga menyatakan telah menyusun setidaknya tujuh poin saran tertulis untuk perbaikan tata kelola program ke depan. Ia menilai jajaran penguasa konstitusi saat ini masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengevaluasi diri, menurunkan ego sektoral, dan membuktikan hasil kerja nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat pembayar pajak.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...