RUNTUT.COM - Moderator sering dianggap hanya bertugas membuka acara, mempersilakan pembicara, lalu menutup diskusi. Padahal, selama kegiatan berlangsung, moderator punya peran untuk memastikan pembicaraan tetap berjalan dengan baik dan tidak keluar terlalu jauh dari topik.
Menjadi moderator juga bukan cuma soal berani bicara di depan banyak orang. Moderator perlu memahami apa yang sedang dibahas, mendengarkan pembicara, memperhatikan waktu, dan siap menghadapi situasi yang mungkin tidak sesuai dengan rencana. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika menjadi moderator.
1. Datang Tanpa Memahami Topik
Sebelum memandu diskusi, moderator setidaknya perlu memahami topik yang akan dibahas. Tidak harus menguasai materi sedalam pembicara, tetapi moderator perlu tahu gambaran besarnya.
Kalau moderator tidak memahami topik, akan lebih sulit untuk membuat pertanyaan atau menanggapi jawaban pembicara. Diskusi juga bisa terasa kurang terarah karena moderator tidak tahu kapan pembahasan mulai keluar dari topik.
2. Terlalu Banyak Bicara
Moderator memang harus aktif, tetapi bukan berarti semua pembicaraan harus diambil alih. Tugas utama moderator adalah memberi ruang kepada pembicara dan peserta untuk menyampaikan pendapatnya.
Terlalu banyak memberikan pendapat sendiri bisa membuat waktu pembicara menjadi berkurang. Moderator sebaiknya berbicara seperlunya, terutama saat menghubungkan satu pembahasan dengan pembahasan berikutnya.
3. Lupa Memperhatikan Waktu
Hal yang sering dianggap sepele adalah waktu. Ketika diskusi sudah berlangsung, moderator bisa terlalu fokus pada pembahasan sampai lupa bahwa waktu yang tersedia terbatas.
Padahal, keterlambatan pada satu sesi bisa berdampak pada rangkaian acara berikutnya. Moderator perlu mengetahui durasi yang diberikan dan mulai mengarahkan pembahasan ketika waktu sudah mendekati batas.
4. Panik Saat Diskusi Tidak Sesuai Rencana
Rundown memang penting, tetapi kondisi di lapangan belum tentu berjalan sama persis dengan yang sudah direncanakan. Bisa saja pembicara memberikan jawaban lebih panjang, peserta bertanya di luar perkiraan, atau pembahasan tiba-tiba melebar.
Dalam kondisi seperti ini, moderator perlu tetap tenang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah merangkum pembahasan yang sudah disampaikan, kemudian mengarahkan kembali percakapan ke topik utama.
5. Hanya Mengandalkan Pertanyaan yang Sudah Disiapkan
Membuat daftar pertanyaan sebelum acara tentu membantu. Namun, moderator juga perlu menyiapkan pertanyaan lain sebagai cadangan.
Alasannya sederhana, pertanyaan yang sudah disiapkan belum tentu semuanya perlu digunakan. Bisa saja jawabannya sudah muncul dari pembahasan sebelumnya. Pertanyaan cadangan membuat moderator lebih siap ketika sesi diskusi tidak berjalan seperti yang diperkirakan.
Pada akhirnya, menjadi moderator membutuhkan persiapan sekaligus kemampuan untuk menyesuaikan diri. Tidak semua hal bisa diprediksi sebelum acara dimulai.
Moderator yang mampu mendengarkan, menjaga waktu, dan tetap tenang ketika terjadi perubahan akan lebih mudah menjaga diskusi tetap berjalan. Jadi, bukan hanya apa yang dikatakan moderator yang penting, tetapi juga bagaimana ia mengelola seluruh jalannya diskusi.
Penulis : Ramanda Yulira Putri, Rayda Iskandar, dan Winanda
Sumber:
Ahlf, M., & McNeil, S. G. (2023). A Systematic Review of Research on Moderators in Asynchronous Online Discussions. Online Learning, 27(1), 219–262.
Ahlf, M., & McNeil, S. G. (2023). An Exploratory Review of Literature on Moderation in Asynchronous Discussions. Distance Education, 44(1), 137–161.








