Runtut.com
InternasionalBreaking News

Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman

Serangan Houthi ke dua bandara Saudi menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya. Koalisi Saudi kemudian mengklaim menghancurkan 82 target di Yaman.

3 menit baca
2
Runtut.com
Pejuang yang loyal kepada otoritas Houthi mengikuti aksi perekrutan pejuang baru di Sanaa, Yaman, 7 Oktober 2026. Pada hari yang sama, Houthi mengklaim melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Bandara Riyadh. — Getty Images/@Mohammed Huwais

RUNTUT.COM – Dua bandara internasional di Arab Saudi menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi pada Selasa dan Rabu, 6–7 Oktober 2026. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya, sebelum koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan 82 target militer Houthi di sejumlah wilayah Yaman.

Serangan terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut tiga korban meninggal terdiri atas seorang warga negara Mesir dan seorang warga negara Aljazair di Abha serta seorang warga negara Sudan di Riyadh.

Para korban luka disebut mengalami kondisi mulai ringan hingga parah dan telah mendapat perawatan medis. Kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi pada Rabu.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyebut rudal dan pesawat nirawak digunakan untuk menyerang Bandara Abha serta Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Houthi juga mengklaim rudal balistik diarahkan ke Bandara Riyadh.

Klaim tersebut muncul di tengah konflik berkepanjangan di Yaman. Houthi merupakan kelompok bersenjata yang menguasai sebagian wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, dan berhadapan dengan pasukan yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pasukan pemerintah tersebut.

Di sisi lain, otoritas Saudi tidak secara langsung menyebut Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pernyataan mengenai korban serangan.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat. Koalisi juga mengumumkan penghancuran platform peluncuran rudal balistik yang disebut digunakan dalam serangan tersebut.

Eskalasi kemudian berlanjut ke wilayah Yaman. Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyatakan pasukannya menghancurkan 82 target militer Houthi di beberapa provinsi, termasuk Saada, Hodeidah, Al-Jawf, dan Marib.

Target yang disebut meliputi fasilitas peluncuran dan penyimpanan rudal balistik, pusat komando dan pengendalian, sistem komunikasi, serta sejumlah gudang senjata.

Salah satu wilayah yang disebut menjadi sasaran adalah Saada, kawasan yang dikenal sebagai basis utama Houthi. Koalisi Saudi menyatakan 11 gudang rudal balistik di wilayah pegunungan Saada turut dihancurkan.

Namun, rincian mengenai tingkat kerusakan dan korban dari serangan balasan tersebut dalam laporan yang tersedia terutama berasal dari pernyataan pihak koalisi.

Rangkaian serangan ini menunjukkan bahwa konflik Yaman masih memiliki dampak langsung terhadap keamanan wilayah Arab Saudi.

Sasaran di Riyadh dan Abha juga memperlihatkan bagaimana perseteruan bersenjata dapat menjangkau fasilitas penerbangan yang digunakan masyarakat sipil.

Bagi Arab Saudi, serangan terhadap bandara menjadi persoalan keamanan sekaligus keselamatan penerbangan. Sementara bagi Houthi, serangan lintas batas menjadi bagian dari kemampuan militernya dalam menghadapi Saudi dan sekutunya.

Pertukaran serangan tersebut kembali memperlihatkan bahwa konflik di Yaman belum sepenuhnya terlepas dari ketegangan regional yang lebih luas.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer YamanBreaking
Internasional

Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman

Houthi berkembang dari gerakan politik Zaidi menjadi kekuatan militer Yaman yang kini berpengaruh di pesisir Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 jam lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu
Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata
Internasional

Laporan Intelijen Buatan AI Nyaris Seret AS-China ke Konflik Bersenjata

AI keliru menganalisis data intelijen hingga hampir memicu operasi militer AS terhadap kapal China. Kasus ini membuka risiko AI di medan perang.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu