RUNTUT.COM – Dua bandara internasional di Arab Saudi menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi pada Selasa dan Rabu, 6–7 Oktober 2026. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya, sebelum koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan 82 target militer Houthi di sejumlah wilayah Yaman.
Serangan terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut tiga korban meninggal terdiri atas seorang warga negara Mesir dan seorang warga negara Aljazair di Abha serta seorang warga negara Sudan di Riyadh.
Para korban luka disebut mengalami kondisi mulai ringan hingga parah dan telah mendapat perawatan medis. Kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi pada Rabu.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyebut rudal dan pesawat nirawak digunakan untuk menyerang Bandara Abha serta Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Houthi juga mengklaim rudal balistik diarahkan ke Bandara Riyadh.
Klaim tersebut muncul di tengah konflik berkepanjangan di Yaman. Houthi merupakan kelompok bersenjata yang menguasai sebagian wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, dan berhadapan dengan pasukan yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pasukan pemerintah tersebut.
Di sisi lain, otoritas Saudi tidak secara langsung menyebut Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pernyataan mengenai korban serangan.
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat. Koalisi juga mengumumkan penghancuran platform peluncuran rudal balistik yang disebut digunakan dalam serangan tersebut.








