Runtut.com

Google dan Apple Ubah Nama Lake Ontario Menjadi Lake America dalam Layanan Peta Digital AS

Google dan Apple Maps mengubah label Lake Ontario menjadi Lake America bagi pengguna AS setelah kebijakan baru pemerintah terkait penamaan geografis.

3 menit baca
6
Runtut.com
Ilustrasi tampilan layanan peta digital. — getty images/Thomas Imo

AMERIKA SERIKAT — Google Maps dan Apple Maps mengubah penyebutan Danau Ontario menjadi “Lake America” bagi pengguna di Amerika Serikat setelah pemerintah AS memperbarui nama resmi danau tersebut melalui perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Perubahan itu dilakukan untuk menyesuaikan layanan peta digital dengan sistem penamaan geografis resmi pemerintah AS.

Google menjadi platform pertama yang menerapkan perubahan tersebut. Perusahaan teknologi itu menyatakan pembaruan nama dilakukan berdasarkan Geographic Names Information System (GNIS), yaitu basis data resmi pemerintah Amerika Serikat yang digunakan sebagai acuan penamaan wilayah geografis dalam administrasi federal.

“Karena kami memperbarui Google Maps untuk mencerminkan perubahan nama dalam sumber resmi pemerintah, yaitu GNIS untuk AS, pengguna Maps di AS akan melihat ‘Lake America’,” tulis Google dalam pernyataannya.

Google menjelaskan tampilan nama danau akan berbeda berdasarkan lokasi pengguna. Pengguna di Amerika Serikat akan melihat nama “Lake America”, sedangkan pengguna di wilayah lain akan melihat penamaan yang disesuaikan dengan sumber geografis masing-masing.

Di luar wilayah Amerika Serikat, layanan tersebut dapat menampilkan kedua nama sebagai bentuk penyesuaian terhadap perbedaan penamaan geografis antarwilayah.

Apple kemudian mengikuti langkah serupa dengan memperbarui label Danau Ontario menjadi “Lake America” dalam layanan Apple Maps. Perubahan tersebut menjadikan Apple sebagai penyedia peta digital besar kedua yang menerapkan nama baru setelah Google.

Perubahan nama dalam layanan peta digital itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 27 Agustus 2026 yang mengarahkan pemerintah federal Amerika Serikat menggunakan nama “Lake America” untuk Danau Ontario.

Dalam dokumen kebijakan tersebut, pemerintah AS menyebut perubahan nama dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah Amerika serta peran Danau Ontario dalam perkembangan ekonomi, perdagangan, pertahanan, dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Great Lakes.

Trump menilai Danau Ontario memiliki nilai strategis bagi Amerika Serikat karena menjadi bagian dari jalur perdagangan, sumber daya air, serta infrastruktur ekonomi yang mendukung berbagai sektor industri.

Selain Danau Ontario, kebijakan perubahan nama geografis sebelumnya juga dilakukan pemerintah AS terhadap sejumlah wilayah. Salah satunya adalah perubahan penyebutan Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America” setelah adanya perintah eksekutif pada awal masa pemerintahan Trump.

Sekretaris Dalam Negeri AS Doug Burgum menyebut Trump meminta Apple melakukan penyesuaian nama dalam layanan petanya setelah pemerintah menerbitkan kebijakan tersebut. Meski demikian, Apple belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan teknis maupun kebijakan di balik perubahan itu.

Tidak semua penyedia layanan peta digital mengikuti perubahan tersebut. MapQuest, salah satu platform navigasi digital di Amerika Serikat, menyatakan tetap menggunakan nama Lake Ontario dalam layanannya. Perusahaan tersebut menilai penamaan geografis dapat memiliki perbedaan berdasarkan kebijakan dan sumber rujukan masing-masing platform.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 1 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 2 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 3 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 3 hari lalu