Mojokerto — Kegiatan Mojokerto Dolanan Vol.02: Back to Retro digelar di Pasar Loak Ketidur, Surodinawan, Sabtu, 16 Mei 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan suasana nostalgia lewat permainan tradisional, dresscode retro, best costume pilihan panitia, hingga doorprize.
Mojokerto Dolanan merupakan event rutin yang digagas komunitas Infinithread Mojokerto. Putri, penanggung jawab acara Mojokerto Dolanan, mengatakan kegiatan ini dibuat sebagai ruang berkumpul, bermain, dan berbagi bagi warga Mojokerto, khususnya anak muda.
“Mojokerto Dolanan dibentuk karena kami melihat dan merasa resah dengan kejadian akhir-akhir ini tentang anak muda yang hopeless, tidak punya tujuan, tidak punya semangat, dan tidak punya teman bercerita,” ujar Putri. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah agar peserta bisa berkumpul, bermain, punya teman baru, berbagi cerita, dan saling curhat.
Pada Vol.02, panitia mengangkat tema Back to Retro. Tema ini dipilih agar kegiatan tidak monoton dan tetap menarik di setiap penyelenggaraan. Menurut Putri, Mojokerto Dolanan akan dibuat berseri dengan konsep berbeda-beda agar semakin banyak warga tertarik bergabung.
“Setiap season, setiap batch, kita adakan tema. Kita tambah doorprize biar menarik. Tujuannya untuk menarik teman-teman yang belum kenal atau baru tahu tentang Mojokerto Dolanan supaya bisa join,” katanya.
Pemilihan Pasar Ketidur sebagai lokasi kegiatan juga memiliki cerita tersendiri. Putri menjelaskan, lokasi itu dipilih karena salah satu anggota Infinithread Mojokerto memiliki stan UMKM di sana. Awalnya, komunitas hanya berniat berkumpul dan mengunjungi stan tersebut. Namun, setelah melihat lokasi yang luas, strategis, dan masih sepi, muncul gagasan untuk membuat kegiatan bermain bersama.
“Tempatnya luas, strategis di tengah kota, parkirnya juga aman. Kami melihat sayang sekali Mojokerto punya fasilitas Pasar Ketidur yang luas dan nyaman, tapi sepi. Akhirnya muncul ide bikin acara di sini,” kata Putri. Ia menambahkan, panitia kemudian meminta izin karena kawasan tersebut berada dalam naungan Diskop UKM Perinda Kota Mojokerto dan mendapat respons positif.
Dalam kegiatan Vol.02, berbagai permainan tradisional dihadirkan. Di antaranya gobak sodor, lompat tali, kucing-kucingan, kasti, dakon, monopoli, ular tangga, catur, dan kelereng. Putri menyebut antusiasme peserta meningkat dibandingkan kegiatan pertama. Pada Vol.01, peserta diperkirakan sekitar 100 orang. Pada Vol.02, jumlahnya naik menjadi sekitar 200 orang.
Peserta yang hadir juga beragam, mulai dari anak-anak, keluarga, komunitas, hingga masyarakat umum. Menurut Putri, anak-anak terlihat antusias karena bisa bermain langsung bersama teman sebaya maupun peserta yang lebih dewasa.
“Anak-anak kemarin heboh, membaur dengan teman-teman yang usianya di atas mereka. Yang sudah berumur pun juga sangat senang,” ujarnya.








