Runtut.com

Bojonegoro dan Mitos Kemiskinan Endemik: Sejarah Kolonial yang Menentukan Cara Berpikir Masyarakat Bojonegoro

Mengungkap mitos kemiskinan di Bojonegoro lewat sejarah kolonial, teori pembangunan, dan data empiris yang menantang stigma lama.

15 menit baca
45
Bojonegoro dan Mitos Kemiskinan Endemik: Sejarah Kolonial yang Menentukan Cara Berpikir Masyarakat Bojonegoro
Gapura Selamat Datang Bojonegoro (Foto: Tangkapan Layar) — (Foto: Tangkapan Layar)

"Sejarah tidak hanya menceritakan masa lalu, tetapi juga membentuk cara kita memandang masa kini."

Tidak banyak daerah di Indonesia yang mengalami paradoks sebesar Bojonegoro. Di satu sisi, kabupaten yang berada di sepanjang aliran Bengawan Solo ini pernah dikenal sebagai salah satu wilayah termiskin di Pulau Jawa. Kekeringan, banjir, gagal panen, hingga wabah penyakit menjadikan Bojonegoro sebagai contoh klasik daerah yang terjebak dalam kemiskinan struktural selama masa kolonial. Bahkan, sejumlah catatan kolonial menggambarkan masyarakatnya sebagai kelompok yang individualistis, sulit membangun organisasi yang bertahan lama, dan kurang memiliki semangat kolektif untuk berkembang.

Di sisi lain, Bojonegoro hari ini justru menjadi salah satu daerah dengan pendapatan terbesar di Jawa Timur berkat sektor minyak dan gas bumi. Jalan-jalan desa semakin baik, investasi mulai tumbuh, ribuan pelaku usaha baru bermunculan, dan industri lokal berhasil menembus pasar nasional. Kabupaten yang dahulu dicap sebagai "wilayah kemiskinan endemik" kini menjadi salah satu pusat produksi energi nasional.

Kontras inilah yang melahirkan sebuah pertanyaan penting bahwa benarkah masyarakat Bojonegoro sulit berkembang karena karakter budayanya, ataukah kita sedang mewarisi cara pandang kolonial yang terus direproduksi tanpa pernah diuji kembali?

Pertanyaan tersebut kembali mengemuka ketika sebuah unggahan media sejarah lokal mengutip pandangan seorang penulis Belanda bernama Willis, yang menyebut masyarakat Bojonegoro memiliki kecenderungan individualistis, sulit membangun organisasi yang bertahan lama, dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibanding kepentingan bersama. Dalam narasi tersebut, karakter masyarakat seolah menjadi salah satu penyebab mengapa Bojonegoro tertinggal selama bertahun-tahun.

Sekilas, pendapat itu tampak masuk akal. Selama lebih dari satu abad, Bojonegoro memang identik dengan kemiskinan. Namun, persoalannya bukan terletak pada benar atau salahnya pendapat Willis. Persoalannya adalah apakah sebuah karakter sosial dapat dijadikan penjelasan utama atas kemiskinan yang berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun? Pertanyaan ini penting karena sejarah pembangunan modern menunjukkan bahwa kemiskinan hampir selalu lahir dari interaksi yang kompleks antara faktor geografis, kebijakan negara, struktur ekonomi, kualitas institusi, dan kemampuan masyarakat beradaptasi. Menyederhanakan persoalan tersebut menjadi semata-mata hanya persoalan budaya justru berisiko mengabaikan akar masalah yang sebenarnya.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin
Daerah

Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin

Sebuah mobil hitam kabur dari SPBU Caringin (28/9/2026) tanpa membayar usai isi Pertalite karena petugas sedang sibuk melayani kendaraan lain.

Maya Sintasari· 6 hari lalu
Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini
Daerah

Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini

Ledakan terjadi di salah satu ruko di kawasan Pakuwon. Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan menarik perhatian petugas.

Lusianti Dwi Cahyani· 6 hari lalu
Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?
Daerah

Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?

Kasus influenza di Jawa Timur menjadi perhatian. Kenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi influenza.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta
Daerah

Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta

Jelang Porprov XVII Jateng, tim sepak takraw Batang asah mental dan kemampuan lewat try out melawan atlet PPOP dan PPLM Jakarta.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan
Daerah

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu di Desa Kalen, Dlanggu, Mojokerto pada Kamis (17/9/2026). Asap hitam pekat membumbung, 4 unit PMK diterjunkan ke lokasi.

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Daerah

Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SDN 1 Beber, Lombok Tengah keracunan massal pada Jumat (11/9/2026) usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Maya Sintasari· 11 September 2026