Runtut.com

Dari Gedung Tua Jadi Modern, Potret Renovasi Sekolah Negeri Era Pramono Anung

Potret perubahan sekolah negeri setelah direnovasi. Kini, sekolah negeri ini memiliki lift, smart board, perpustakaan, dan lapangan olahraga.

3 menit baca
Potret gedung SDN Cilandak Barat 08 setelah di renovasi
Potret gedung SDN Cilandak Barat 08 setelah di renovasi — threads: @faridaindrisastuti

JAKARTA – Gedung sekolah yang sebelumnya berdiri selama puluhan tahun kini berubah menjadi bangunan bertingkat dengan fasilitas modern. Perubahan tersebut terlihat pada SDN Cilandak Barat 08 di Jakarta Selatan dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang telah menjalani renovasi total dan diintegrasikan dalam satu kawasan pendidikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau hasil revitalisasi kedua sekolah tersebut pada Senin (12/10/2026). BangunanSDN Cilandak Barat 08 sebelumnya telah berdiri sekitar puluhan tahun, sedangkan SMPN 91 berusia sekitar 60 tahun. Keduanya kini memiliki tampilan baru dengan pemanfaatan ruang yang lebih optimal.

Before-After: Gedung Lama Berubah Jadi Bangunan Bertingkat

Perubahan paling mencolok terlihat pada bentuk bangunan. Sebelum direnovasi, kedua sekolah menggunakan bangunan dengan konsep mendatar atau tidak bertingkat seperti gedung baru saat ini. Setelah revitalisasi, keduanya ditata menjadi bangunan vertikal sehingga penggunaan lahan menjadi lebih efisien.

Konsep tersebut memungkinkan area yang tersedia dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk sarana olahraga.

Perubahan ini tidak hanya menyangkut tampilan fisik bangunan, tetapi juga pengembangan fasilitas yang dibutuhkan siswa dan tenaga pendidik dalam aktivitas sehari-hari.

Fasilitas lapangan olahraga di SDN Cilandak Barat 08
Fasilitas lapangan olahraga di SDN Cilandak Barat 08 — threads: @faridaindrisastuti

Dilengkapi Lift hingga Lapangan Olahraga

Gedung baru SDN Cilandak Barat 08 dan SMPN 91 dilengkapi beragam fasilitas, mulai dari lift, perpustakaan, kantin, musala, hingga ruang belajar yang lebih representatif. Kawasan sekolah juga memiliki lapangan basket, lapangan sepak bola mini, akses ramah disabilitas, sistem proteksi kebakaran, dan ruang terbuka hijau.

Selain itu, setiap ruang kelas di kedua sekolah dilengkapi smart board untuk menunjang proses pembelajaran. Fasilitas tersebut dirancang agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan dukungan sarana yang lebih memadai.

Untuk menjaga keselamatan siswa, penggunaan lift akan didampingi guru. Gedung juga dilengkapi kamera pengawas atau CCTV guna mendukung keamanan lingkungan sekolah.

Renovasi Dua Sekolah Telan Rp101,3 Miliar

Pramono menyampaikan bahwa pembangunan terintegrasi SDN Cilandak Barat 08 dan SMPN 91 membutuhkan anggaran Rp101,3 miliar. Menurutnya, pembaruan gedung dan fasilitas pendidikan diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Hasil revitalisasi tersebut menjadi salah satu contoh pembenahan infrastruktur sekolah negeri di Jakarta. Fasilitas yang lebih lengkap diharapkan dapat menunjang kegiatan siswa, mulai dari pembelajaran di kelas hingga aktivitas olahraga.

Pramono juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan fasilitas yang telah dibangun berfungsi dengan baik selama masa pemeliharaan. Sekolah, guru, siswa, dan orang tua turut diharapkan menjaga sarana yang tersedia agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Renovasi Jadi Bagian dari Pembenahan Sekolah Jakarta

Revitalisasi SDN Cilandak Barat 08 dan SMPN 91 merupakan bagian dari program pembenahan sarana pendidikan Pemprov DKI Jakarta. Secara keseluruhan, pemerintah daerah menargetkan renovasi 19 gedung sekolah pada tahun anggaran 2025.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 16 gedung telah rampung, sedangkan tiga gedung lainnya masih dalam proses penyelesaian. Program tersebut memiliki total anggaran sekitar Rp876,7 miliar dan mencakup berbagai jenjang pendidikan di lima wilayah administrasi Jakarta. \

Perubahan dari gedung lama menjadi bangunan modern memperlihatkan bagaimana revitalisasi dapat mengubah kondisi fisik sekolah negeri sekaligus menambah fasilitas pendukung pembelajaran. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut terawat dan benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan siswa.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua