RUNTUT.COM – Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) dan Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun) di Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan tingkat polusi pemandangan (kabut asap) terpekat dan paling ekstrem.
Di wilayah ini, asap karhutla berubah warna menjadi kekuningan dengan jarak pandang (visibilitas) yang merosot tajam hingga tinggal 30–200 meter, menyebabkan kondisi nyaris gelap gulita di siang hari serta mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) di level "Berbahaya".
Daerah terparah & kondisi Visibilitas
1. Kalimantan

Kotawaringin Timur (Sampit) dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: Jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 30–200 meter. Kabut asap pekat menutupi sinar matahari sehingga suasana tampak kekuningan.
Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; dan Ketapang, Kalimantan Barat: Wilayah-wilayah ini turut terdampak kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan gambut.
2. Sumatera

Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan: Asap tebal dari kebakaran lahan gambut menyebabkan jarak pandang menurun drastis hingga suasana siang hari tampak lebih gelap.
Bengkalis, Riau: Kabut asap yang terbawa angin mengganggu jarak pandang dan berpotensi memperburuk kualitas udara.
3. Papua

Merauke dan Boven Digoel, Papua Selatan: Peningkatan titik api memicu kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran lokal.
Sorong, Papua Barat Daya, dan Kaimana: Kabut asap mulai membatasi jarak pandang di ruang publik dan kawasan wisata.
Bahaya Beraktivitas di Tengah Polusi Penglihatan (Kabut Asap)
Kabut asap pekat dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama ketika jarak pandang turun hingga di bawah 100 meter. Pengendara akan kesulitan melihat marka jalan, kendaraan di depan, maupun pejalan kaki sehingga risiko kecelakaan meningkat.






