Runtut.com

Relawan Karhutla Tanjung Puting Kewalahan dan Minta Dukungan Water Bombing

Relawan karhutla Taman Nasional Tanjung Puting meminta dukungan water bombing di tengah kendala akses dan kabut asap yang menghambat pemadaman.

2 menit baca
1
Relawan yang sedang berusaha memadamkan api yang menyala di Taman Nasional Tanjung Puting
Relawan yang sedang berusaha memadamkan api yang menyala di Taman Nasional Tanjung Puting — Tangkapan layar video Instagram/@moncos_thepuntal_puntal

RUNTUT.COM - Relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menghadapi kesulitan dalam upaya pemadaman. Keterbatasan dukungan dan kondisi lapangan mendorong relawan meminta pemerintah memperkuat penanganan melalui water bombing atau pemadaman menggunakan helikopter.

Permintaan tersebut disampaikan oleh tim relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat. Dalam pernyataan yang beredar di media sosial pada 11 Oktober 2026, perwakilan relawan, Moncos, menyampaikan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan belum memberikan hasil sesuai harapan.

Relawan menilai bantuan tambahan diperlukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Mereka pun mendesak pemerintah mengerahkan dukungan pemadaman dari udara, terutama untuk menangani kebakaran di bagian kawasan yang sulit dijangkau.

Pemadaman Terkendala Akses dan Kabut Asap

Kementerian Kehutanan menyatakan penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting terus diperkuat. Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju titik api hingga karakteristik lahan gambut yang menyulitkan penanganan.

Dukungan water bombing sebelumnya telah dimohonkan sejak 9 September 2026. Operasi pemadaman udara sempat berlangsung pada 20–22 September. Permohonan tambahan kembali diajukan pada 2 Oktober untuk wilayah Kotawaringin Barat dan Seruyan, kemudian diperbarui pada 9 Oktober dengan penambahan sasaran di sekitar Pos Tanjung Harapan, Resor Pesalat.

Meski demikian, pelaksanaan pemadaman menggunakan helikopter turut terkendala kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi udara.

Di tengah berbagai kendala tersebut, relawan meminta koordinasi dan dukungan antarlembaga diperkuat agar penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif. Upaya pemadaman dinilai penting untuk membatasi penyebaran api sekaligus melindungi kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk orangutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Karhutla Tanjung Puting Ancam Habitat Orangutan, Pemadaman Hadapi Medan SulitBreaking
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Tanjung Puting Ancam Habitat Orangutan, Pemadaman Hadapi Medan Sulit

Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting masih ditangani pada Oktober 2026. Pemadaman menghadapi kendala akses, lahan gambut, dan kabut asap.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 jam lalu
Banjir Bandang Terjang Padang, Ratusan Warga DievakuasiBreaking
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Bandang Terjang Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Padang diterjang banjir bandang akibat tanggul jebol & luapan sungai. Ratusan warga terdampak di 3 kecamatan. Cek rincian dan analisis penyebabnya!

Lusianti Dwi Cahyani· 8 jam lalu
Banjir Rendam 120 Rumah di Padang, Ratusan Warga Dievakuasi
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Rendam 120 Rumah di Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Banjir di Padang pada 10 Oktober 2026 merendam 120 rumah dan berdampak pada ratusan warga. Tim gabungan melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan air bersih.

Mila Nabilah· 23 jam lalu
Karhutla Selimuti Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Selimuti Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Kualitas udara Jambi memburuk akibat kabut asap karhutla. Warga diimbau pakai masker dan batasi aktivitas luar ruangan. Simak selengkapnya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Tropodo Sidoarjo dan Jejak Racun Dioksin dari Pembakaran Sampah Plastik
Bencana Alam dan Krisis

Tropodo Sidoarjo dan Jejak Racun Dioksin dari Pembakaran Sampah Plastik

Di balik kehidupan warga Tropodo yang tampak sederhana, tersimpan persoalan lingkungan akibat paparan limbah dan zat berbahaya yang mengancam.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Gempa Guncang NTT pada 2 Oktober 2026, Ini Informasi dari BNPB
Bencana Alam dan Krisis

Gempa Guncang NTT pada 2 Oktober 2026, Ini Informasi dari BNPB

Aktivitas gempa kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Berikut informasi selengkapnya mengenai kejadian tersebut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu