Relawan karhutla Taman Nasional Tanjung Puting meminta dukungan water bombing di tengah kendala akses dan kabut asap yang menghambat pemadaman.
RUNTUT.COM - Relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menghadapi kesulitan dalam upaya pemadaman. Keterbatasan dukungan dan kondisi lapangan mendorong relawan meminta pemerintah memperkuat penanganan melalui water bombing atau pemadaman menggunakan helikopter.
Permintaan tersebut disampaikan oleh tim relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat. Dalam pernyataan yang beredar di media sosial pada 11 Oktober 2026, perwakilan relawan, Moncos, menyampaikan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan belum memberikan hasil sesuai harapan.
Relawan menilai bantuan tambahan diperlukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Mereka pun mendesak pemerintah mengerahkan dukungan pemadaman dari udara, terutama untuk menangani kebakaran di bagian kawasan yang sulit dijangkau.
Pemadaman Terkendala Akses dan Kabut Asap
Kementerian Kehutanan menyatakan penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting terus diperkuat. Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju titik api hingga karakteristik lahan gambut yang menyulitkan penanganan.
Dukungan water bombing sebelumnya telah dimohonkan sejak 9 September 2026. Operasi pemadaman udara sempat berlangsung pada 20–22 September. Permohonan tambahan kembali diajukan pada 2 Oktober untuk wilayah Kotawaringin Barat dan Seruyan, kemudian diperbarui pada 9 Oktober dengan penambahan sasaran di sekitar Pos Tanjung Harapan, Resor Pesalat.
Meski demikian, pelaksanaan pemadaman menggunakan helikopter turut terkendala kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi udara.
Di tengah berbagai kendala tersebut, relawan meminta koordinasi dan dukungan antarlembaga diperkuat agar penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif. Upaya pemadaman dinilai penting untuk membatasi penyebaran api sekaligus melindungi kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk orangutan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab