Banjir bandang parah di Padang — Getty Images/@anadolu
RUNTUT.COM – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026) sejak pukul 12.20 WIB, memicu luapan sejumlah aliran sungai hingga masuk ke pemukiman warga dan menyebabkan banjir bandang.
Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mencatat banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di di Kota Padang, Sumatera Barat setidaknya memberikan dampak terhadap sekitar 500 jiwa dan lebih dari 120 rumah terendam.
Lebih terperinci, Daryono mencatat terdapat 245 jiwa dan 60 rumah terendam di wilayah Kecamatan Kuranji; terdapat 208 jiwa terdampak di Kecamatan Koto Tangah; serta terdapat 45 jiwa terdampak di wilayah Nanggalo.
Daryono mengungkapkan akses jalan masyarakat di sekitar PDAM GUO, Kuranji dilaporkan terputus akibat erjangan banjir. Selain itu, terdapat tanggul yang jebol di Sungai Lapau Munggu, Kuranji.
Daryono menduga lebatnya hujan di daerah tangkapan air membuat volume yang yang masuk ke jaringan sungai meningkat.
Selain itu, daerah aliran sungai (DAS) berada di kondisi lereng dan memiliki karakteristik aliran dapat mempercepat kenaikan debit sungai.
Dia juga menilai penyempitan alur, sedimentasi, atau hambatan aliran dapat mengurangi kemampuan sungai mengalirkan debit banjir.
Terlebih, terdapat tanggul yang jebol sehingga air keluar dari alur dan memperparah banjir.
Daryono menilai bahwa kerusakan jalan dan rumah di Kurani mengindikasikan aliran banjir memiliki energi yang cukup besar pada lokasi tertentu, namun penyebab kerusakan masih perlu dilakukan survei lapangan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sendiri melaporkan pemicu banjir yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat, efek dari guyuran hujan sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, kemarin.
Banjir terjadi sekitar pukul 14.25 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 12.00 WIB, dilaporkan Basarnas melalui akun resmi media sosial.
Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebut lokasi terparah dilanda banjir bandang kali ini adalah dua kecamatan yakni Kecamatan Kuranji dan kecamatan Koto Tangah.
Di Kecamatan Kuranji, daerah terparah adalah kawasan Guo Lapau Munggu. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, lokasi terparah di Lumin Park dan Kampung Apa.