Runtut.com

Banjir Bandang Terjang Padang, Ratusan Warga Dievakuasi

Padang diterjang banjir bandang akibat tanggul jebol & luapan sungai. Ratusan warga terdampak di 3 kecamatan. Cek rincian dan analisis penyebabnya!

2 menit baca
3
Runtut.com
Banjir bandang parah di Padang — Getty Images/@anadolu

RUNTUT.COM – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026) sejak pukul 12.20 WIB, memicu luapan sejumlah aliran sungai hingga masuk ke pemukiman warga dan menyebabkan banjir bandang.

Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mencatat banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di di Kota Padang, Sumatera Barat setidaknya memberikan dampak terhadap sekitar 500 jiwa dan lebih dari 120 rumah terendam. 

Lebih terperinci, Daryono mencatat terdapat 245 jiwa dan 60 rumah terendam di wilayah Kecamatan Kuranji; terdapat 208 jiwa terdampak di Kecamatan Koto Tangah; serta terdapat 45 jiwa terdampak di wilayah Nanggalo.

Daryono mengungkapkan akses jalan masyarakat di sekitar PDAM GUO, Kuranji dilaporkan terputus akibat erjangan banjir. Selain itu, terdapat tanggul yang jebol di Sungai Lapau Munggu, Kuranji.

Dugaan Penyebab

Banjir bandang di Padang
Banjir bandang di Padang — Bloomberg Technoz

Daryono menduga lebatnya hujan di daerah tangkapan air membuat volume yang yang masuk ke jaringan sungai meningkat.

Selain itu, daerah aliran sungai (DAS) berada di kondisi lereng dan memiliki karakteristik aliran dapat mempercepat kenaikan debit sungai.

Dia juga menilai penyempitan alur, sedimentasi, atau hambatan aliran dapat mengurangi kemampuan sungai mengalirkan debit banjir.

Terlebih, terdapat tanggul yang jebol sehingga air keluar dari alur dan memperparah banjir.

Daryono menilai bahwa kerusakan jalan dan rumah di Kurani mengindikasikan aliran banjir memiliki energi yang cukup besar pada lokasi tertentu, namun penyebab kerusakan masih perlu dilakukan survei lapangan. 

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sendiri melaporkan pemicu banjir yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat, efek dari guyuran hujan sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, kemarin.

Banjir terjadi sekitar pukul 14.25 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 12.00 WIB, dilaporkan Basarnas melalui akun resmi media sosial.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebut lokasi terparah dilanda banjir bandang kali ini adalah dua kecamatan yakni Kecamatan Kuranji dan kecamatan Koto Tangah.

Di Kecamatan Kuranji, daerah terparah adalah kawasan Guo Lapau Munggu. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, lokasi terparah di Lumin Park dan Kampung Apa.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak

Banjir bandang menerjang Gayo Lues, Aceh, setelah tanggul sungai jebol. Sebanyak 130 keluarga terdampak akibat luapan air.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi
Bencana Alam dan Krisis

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 4 hari lalu
Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 4 hari lalu
Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam

Karhutla Gunung Ciremai telah padam, tetapi habitat satwa endemik terancam. Bayi surili Jawa berhasil diselamatkan dan kembali ke induknya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 5 hari lalu
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya
Bencana Alam dan Krisis

Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Di tengah langit yang diselimuti asap, lantunan Ibu Pertiwi dari para siswi Palangka Raya menghadirkan kisah tentang duka, ironi, dan harapan bagi lingkungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 5 hari lalu
Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam

Hujan mengguyur Gunung Arjuno saat karhutla melanda Jawa Timur. Sebagian besar titik api di Pasuruan mulai padam, tetapi pemantauan berlanjut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu