Runtut.com

Kebakaran Gunung Lawu Capai 100 Hektare, Pemkab Karanganyar Berlakukan Tanggap Darurat

Belum kunjung padam, kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Lawu capai 100 hektare. Pemkab Karanganyar berlakukan status tanggap darurat.

2 menit baca
1
Upaya pemadaman kebakaran di Lereng Gunung Lawu
Upaya pemadaman kebakaran di Lereng Gunung Lawu — Dok. Istimewa

KARANGANYAR — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diperkirakan telah menghanguskan 100 hektare hingga Sabtu (17/10/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan kebakaran yang masih berlangsung.

Penetapan tersebut dilakukan ketika upaya pengendalian api menghadapi kendala medan yang terjal. Petugas gabungan masih berupaya membatasi penyebaran api, sementara dukungan pemadaman melalui udara dan kemungkinan rekayasa cuaca tengah disiapkan.

Status tanggap darurat ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Karanganyar Nomor 300.2/768 Tahun 2026 dan ditandatangi oleh Bupati Karanganyar, Rober Cristanto. Status itu berlaku selama 14 hari kedepan sejak awal ditetapkan pada 17 Oktober 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat pengerahan personel dan armada pemadam kebakaran, terutama di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Hasil Pemantauan Titik Api

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sugiharto menyampaikan bahwa hasil pemantauan drone thermal menunjukkan adanya penurunan jumlah titik api. Kendati demikian, kebakaran masih terpantau di kawasan atas Begodani sehingga upaya pemadaman difokuskan dari pos induk di wilayah tersebut.

"Berdasarkan pantauan drone thermal, titik api yang masih terpantau di atas Begodani. Oleh karena itu, kemarin kami memusatkan upaya penanganan dari pos induk daerah tersebut," ujar Sugiharjo pada Minggu (18/10/2026) mengutip dari Viva.

Sugiharjo menambahkan, pemerintah daerah telah menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi guna mendukung penanganan kebakaran selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Tanggap darurat dimulai kemarin, tanggal 17 Oktober, sampai dengan 14 hari ke depan,” ujarnya (18/10/2026).

Ratusan Personil Dikerahkan

Dalam upaya penanganan tersebut, ratusan personel gabungan telah ditempatkan di sejumlah pos. Berdasarkan data BPBD Karanganyar, sekitar 115 personel bertugas di pos induk, 40 personel berada di Pos 2 Cemoro Kandang, dan 133 personel ditempatkan di Pos Tambak. Dengan demikian, total personel yang tercatat bertugas di ketiga pos tersebut mencapai sekitar 288 orang.

Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, Brimob, serta instansi dan pihak terkait lainnya.

Meski didukung ratusan personel, proses pemadaman masih menghadapi berbagai hambatan. Kondisi hutan dengan medan terjal menyulitkan mobilitas petugas menuju titik api. Faktor angin kencang turut menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran kebakaran. Selain itu, adanya keterbatasan sarana dan prasarana juga membuat petugas masih mengandalkan peralatan pemadaman yang bersifat konvensional.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kabut Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Jangan Abaikan Kualitas Udara
Bencana Alam dan Krisis

Kabut Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Jangan Abaikan Kualitas Udara

Asap mulai menjauh, tetapi paparan polusi tetap perlu diwaspadai. Simak langkah sederhana melindungi pernapasan di tengah perubahan kualitas udara.

Muhammad Rafi Ashidiq· 18 jam lalu
Darurat Karhutla di Kutai Timur: Lahan Gambut Sangatta Membara, Ratusan Warga Terjangkit ISPA
Bencana Alam dan Krisis

Darurat Karhutla di Kutai Timur: Lahan Gambut Sangatta Membara, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Kebakaran lahan gambut melalap puluhan hektare di Sangatta, Kutai Timur. Asap pekat memicu 572 kasus ISPA, warga dan relawan berjibaku padamkan api.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia

Tak hanya Malaysia, kabut asap karhutla Indonesia juga berdampak pada Singapura. Simak kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan warganya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat
Bencana Alam dan Krisis

Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat

Karhutla di Kalimantan dan Sumatra berkaitan dengan kabut asap di Malaysia. Puluhan wilayah terdampak pencemaran udara pada Oktober 2026.

Muhammad Rafi Ashidiq· 4 hari lalu
Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla
Bencana Alam dan Krisis

Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla

Seniman di Jambi menyuarakan darurat karhutla melalui Parade Asap, tarian, busana adat, dan karya visual untuk menyoroti dampak kabut asap.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap
Bencana Alam dan Krisis

Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap

Pemkot Manado tetapkan status darurat akibat kabut asap dan kemarau ekstrem. Simak ulasan lengkap, dampak kesehatan, dan langkah penanganannya di sini.

Mila Nabilah· 5 hari lalu