Runtut.com

Karhutla Gunung Bromo Kembali Membara, Aktivitas Wisata Ditutup Total

Karhutla Gunung Bromo meluas hingga Jemplang, Malang. TNBTS menutup seluruh akses wisata untuk mempercepat pemadaman dan menjaga keselamatan.

3 menit baca
4
Runtut.com
Kobaran api membakar area vegetasi kering di kawasan Gunung Bromo saat karhutla meluas. Asap tebal terlihat membubung di sekitar lokasi terdampak. — Instagram/@bbtnbromotenngersemeru

JAWA TIMUR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meluas hingga wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kobaran api yang mendekati kawasan wisata Bromo Hillside membuat petugas gabungan melakukan penanganan intensif sekaligus mengevakuasi pengunjung dan pekerja demi menghindari risiko keselamatan.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama membenarkan bahwa titik api telah mencapai kawasan Jemplang sejak Sabtu (12/9/2026) sore. Menurut dia, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan upaya pengendalian agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Iya benar, kebakaran sudah meluas ke wilayah Jemplang,” ujar Endrip saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api telah mendekati akses jalan penghubung Ngadas-Ranupani. Sejumlah rekaman visual yang beredar menunjukkan api berada di sekitar kawasan tersebut.

Petugas gabungan terlihat melakukan penanganan di lapangan, termasuk mengantisipasi pergerakan api yang dipengaruhi kondisi vegetasi kering akibat musim kemarau.

Kebakaran yang mendekati kawasan Bromo Hillside turut mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Sadono menyampaikan bahwa seluruh pengunjung dan pekerja di kawasan tersebut telah dievakuasi sebagai langkah pengamanan.

“Untuk pengunjung semua dievakuasi semua tadi, untuk keamanan,” kata Sadono.

Sebagai langkah penanganan, Balai Besar TNBTS menutup seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo mulai Sabtu (12/9/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan berlaku pada seluruh pintu masuk kawasan wisata, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.

Kondisi kemarau menyebabkan vegetasi berupa rerumputan dan semak mengering sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api, terlebih apabila terjadi angin kencang.

“Dalam rangka efektivitas penanganan dan pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, seluruh pintu masuk Gunung Bromo ditutup total,” ujar Rudijanta.

Hingga kini, batas waktu pembukaan kembali kawasan wisata belum ditentukan. Keputusan tersebut akan menyesuaikan perkembangan kondisi kebakaran, proses pemadaman, serta tingkat keamanan kawasan.

Balai Besar TNBTS juga menyiapkan mekanisme penjadwalan ulang kunjungan maupun pengembalian biaya tiket bagi wisatawan yang telah melakukan pemesanan sebelum penutupan diberlakukan.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak mendekati area terdampak kebakaran dan memberikan ruang bagi petugas, mitra, serta relawan yang melakukan penanganan.

Karhutla di kawasan Gunung Bromo ini menjadi kejadian kedua dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Senin (3/8/2026) di Blok Bantengan yang kemudian menjalar hingga Watu Gede dan wilayah Pasuruan.

Kebakaran kembali muncul di kawasan Saban Pengol, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (10/9/2026), sebelum akhirnya meluas menuju wilayah Jemplang, Kabupaten Malang.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan TerjalBreaking
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu