Runtut.com
NasionalBreaking News

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

2 menit baca
1
Runtut.com
Syarif Fasha menyoroti perlunya evaluasi penanganan karhutla, mulai dari kesiapan helikopter pemadam hingga koordinasi pemerintah pusat dan daerah, menyusul kebakaran yang berulang di sejumlah wilayah. — instagram/@fasha_jbi

JAKARTA– Berulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia menjadi alasan bagi anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, untuk meminta pemerintah mengevaluasi sistem mitigasi dan penanganan kebakaran.

Evaluasi tersebut perlu mencakup kesiapan pencegahan, efektivitas pemadaman, koordinasi antarlembaga, hingga pemulihan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam keterangannya kepada Parlementaria, Jumat (16/10/2026), Syarif menyebut sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan, seperti Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, berulang kali menghadapi persoalan karhutla.

Menurutnya, pengalaman penanganan pada tahun-tahun sebelumnya seharusnya menjadi dasar penyusunan langkah antisipasi untuk menghadapi kebakaran pada tahun berikutnya.

“Semestinya dengan peristiwa-peristiwa tahunan ini, pemerintah pusat sudah membuatkan rencana mitigasi-mitigasi apabila ini terjadi lagi di tahun ke depan. Dan perlu kita berkaca kepada penanganan-penanganan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Syarif.

Selain perencanaan, ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian yang menangani kehutanan, perlu bekerja secara terpadu dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Menurut Syarif, pembagian kewenangan dan tanggung jawab yang jelas diperlukan agar penanganan kebakaran tidak terhambat persoalan koordinasi. Setiap instansi perlu memahami perannya sejak tahap pencegahan hingga penanganan dampak kebakaran.

“Jangan sampai nanti saling menyalahkan. Oh, ini tanggung jawab si A, ini tanggung jawab si B, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.

Syarif juga menyoroti kesiapan sarana pemadaman, termasuk helikopter untuk operasi water bombing atau pengeboman air. Berdasarkan pengamatannya di daerah pemilihan Jambi, terdapat helikopter yang disiagakan, tetapi tidak selalu dapat dioperasikan secara optimal. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu dievaluasi agar ketersediaan peralatan sejalan dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

Karakteristik lahan juga menjadi perhatian, terutama kawasan gambut. Api di lahan gambut dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit terdeteksi dan dipadamkan. Karena itu, strategi penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, termasuk melalui pembasahan gambut dan langkah pencegahan untuk menghambat penyebaran api.

Lebih lanjut, Syarif mengingatkan bahwa evaluasi karhutla perlu mencakup dampak setelah kebakaran terkendali. Pemerintah perlu memperhatikan pemulihan lingkungan, kesehatan masyarakat dan petugas pemadam, serta aktivitas ekonomi yang terganggu akibat kebakaran dan kabut asap.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar kebijakan pencegahan, pemadaman, dan pemulihan berjalan berkesinambungan. Evaluasi terhadap pengalaman sebelumnya diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan langkah pemerintah dalam menghadapi risiko kebakaran pada tahun-tahun mendatang.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
Nasional

KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK resmi menahan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penyidik bongkar 5 klaster korupsi.

Nurul Hidayah· 10 jam lalu
Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPBBreaking
Nasional

Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB

Resmi dilantik di Istana Negara, Letjen TNI Kristomei Sianturi pimpin BNPB. Ia berkomitmen benahi internal dan perketat anggaran darurat bencana.

Mila Nabilah· 21 jam lalu
Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman
Nasional

Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman

Kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalsel kembali dilanda karhutla (12/10/2026). Sulitnya jangkauan sumber air membuat upaya pemadaman terkendala.

Maya Sintasari· 1 hari lalu
Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal
Nasional

Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal

Kota Palangka Raya dikepung kabut asap tebal akibat karhutla pada Selasa (13/10/2026), menyebabkan jarak pandang sangat terbatas dan bahayakan pengendara.

Maya Sintasari· 2 hari lalu
Dampak Karhutla Kalteng: Jarak Pandang Terbatas, Langit Tertutup Asap Oranye Pekat
Nasional

Dampak Karhutla Kalteng: Jarak Pandang Terbatas, Langit Tertutup Asap Oranye Pekat

Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah memburuk hingga membuat langit berubah oranye pekat (14/10/2026). Warga mengeluhkan krisis udara yang mengancam nyawa.

Maya Sintasari· 2 hari lalu
Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Penyaluran Bansos Digital
Nasional

Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Penyaluran Bansos Digital

Selain penggratisan biaya pembukaan rekening senilai Rp50.000, Hashim sebut pemerintah juga rencanakan bagi-bagi HP untuk penyaluran bansos digital.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu