Runtut.com

Darurat Karhutla di Kutai Timur: Lahan Gambut Sangatta Membara, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Kebakaran lahan gambut melalap puluhan hektare di Sangatta, Kutai Timur. Asap pekat memicu 572 kasus ISPA, warga dan relawan berjibaku padamkan api.

3 menit baca
Api melahap lahan gambut di Sangatta, Kutai Timur.
Api melahap lahan gambut di Sangatta, Kutai Timur. — Foto: Threads/@dianrahma.sari

SANGATTA, KUTAI TIMUR - Seliweran postingan foto dan rekaman video beredar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan mencekam dari Sangatta: asap pekat membumbung tinggi menembus kegelapan malam saat lidah-lidah api merah tampak menyala berkobar hebat melahap puluhan hektare hamparan lahan gambut serta rimbunnya vegetasi ilalang gajah.

Peristiwa amukan si jago merah yang viral di jagat maya tersebut melanda kawasan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, sejak Selasa sore (13/10/2026) hingga Kamis (15/10/2026). Bahkan ancaman kebakaran belum sepenuhnya usai; kobaran api meluas hingga berjarak sangat dekat di belakang perumahan Puri Kencana serta dua kompleks sekolah. Amukan api melahap tak kurang dari 15 hingga 20 hektare tanah di koridor Jalan Guru Besar hingga merambat ke kawasan Kenyamukan, kian memperpanjang catatan kelam musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut yang dalam tiga bulan terakhir saja telah menghanguskan akumulasi total seluas 101 hektare.

Di balik pekat yang menyelimuti pemukiman, membayang ancaman nyata bagi kesehatan ratusan jiwa. Hembusan angin membawa kabut asap racun merangsek masuk ke rumah-rumah warga, menyisakan sesak dan penderitaan hingga tercatat sedikitnya 572 warga, khususnya anak-anak dan lansia, terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Besarnya skala kebakaran ini membuat warga panik dan berkali-kali melapor saat titik api kembali mendekati bangunan rumah mereka. Agus Kurniadi, salah seorang relawan pemadam kebakaran yang bertaruh tenaga di garda terdepan, mengungkapkan beratnya perjuangan tim relawan dan kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. "Istirahat cuma sebentar. Belum lama, warga sudah lapor api menyala lagi," tutur Agus menggambarkan situasi darurat di mana warga dan relawan bergotong royong menyiram lahan hingga menggali parit penyekat agar kobaran api tidak melompat masuk melahap rumah-rumah penduduk.

Musibah ini nyatanya bukan murni amukan alam, melainkan buah dari kelalaian jemari manusia. Evaluasi awal dan penelusuran di lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polres Kutai Timur mengonfirmasi bahwa pemicu utama kobaran api berawal dari praktik pembukaan dan pembersihan lahan (land clearing) secara ilegal dengan cara dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab di tengah teriknya cuaca kemarau.

Kerja Keras Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla

Perjuangan menjinakkan si jago merah menjadi ujian ketahanan yang menguras peluh dan tenaga bagi Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla. Selama hampir 13 jam nonstop hingga dini hari pada puncak kejadian, personil BPBD Kutim di bawah komando Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, M. Naim, berbalut barisan petugas kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dan relawan lokal, terus berjibaku menembus pekatnya asap. Perjuangan mereka dihadang medan yang terjal dan rawannya tanah gambut; meski permukaan tampak padam, bara api merayap diam-diam di bawah tanah (underground fire) dan siap meletup kembali sewaktu-waktu ditopang rapatnya ilalang gajah yang menyulitkan pergerakan slang air.

Melihat ganasnya dampak karhutla yang kian mendekati fasilitas umum dan pemukiman, peringatan tegas serta langkah penanggulangan darurat disampaikan oleh aparat berwenang di lapangan. Kapolsek Sangatta Utara, AKP Bambang Eko, menginstruksikan pengawasan ketat di zona rawan.

"Apinya masih terus meluas. Penanganannya harus serius supaya tidak sampai ke rumah warga. Jangan dekati titik api. Kalau lihat api menjalar, segera lapor," tegas AKP Bambang Eko meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh.

Sejalan dengan itu, pihak pemerintah tingkat kecamatan dan BPBD bergerak cepat memperkuat pengamanan di tingkat tapak.

"Api sudah sampai di belakang dua sekolah. Langkahnya kami membentuk posko karhutla, yang kedua dari tim karhutla itu sendiri melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah-wilayah yang rawan," ungkap Hasdiah, Camat Sangatta Utara, menerangkan pengerahan ratusan relawan dan armada pemadam ke titik krisis.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, M. Naim, terus menyerukan penghentian aktivitas pembakaran lahan.

"Jadi kami berharap kepada masyarakat untuk bisa membantu tim di lapangan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan titik api," imbau M. Naim.

Di tengah bayang-bayang ancaman kebakaran pemukiman padat yang juga mengintai, tumpukan abu dan asap di Sangatta menjadi pengingat bahwasanya kesadaran menjaga alam serta tindakan tegas penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan adalah garis pertahanan terakhir bagi keselamatan bersama.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla IndonesiaBreaking
Bencana Alam dan Krisis

Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia

Tak hanya Malaysia, kabut asap karhutla Indonesia juga berdampak pada Singapura. Simak kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan warganya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 6 jam lalu
Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat
Bencana Alam dan Krisis

Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat

Karhutla di Kalimantan dan Sumatra berkaitan dengan kabut asap di Malaysia. Puluhan wilayah terdampak pencemaran udara pada Oktober 2026.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla
Bencana Alam dan Krisis

Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla

Seniman di Jambi menyuarakan darurat karhutla melalui Parade Asap, tarian, busana adat, dan karya visual untuk menyoroti dampak kabut asap.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap
Bencana Alam dan Krisis

Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap

Pemkot Manado tetapkan status darurat akibat kabut asap dan kemarau ekstrem. Simak ulasan lengkap, dampak kesehatan, dan langkah penanganannya di sini.

Mila Nabilah· 1 hari lalu
Banjir Meluas di Jayapura, Kendaraan dan Permukiman Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Meluas di Jayapura, Kendaraan dan Permukiman Terdampak

Banjir dan longsor melanda tiga distrik di Kota Jayapura pada Oktober 2026. Kendaraan terseret arus, sementara pemerintah menyiapkan normalisasi sungai.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Batam Nyaris Lumpuh, Krisis Listrik, Air, Hingga BBM
Bencana Alam dan Krisis

Batam Nyaris Lumpuh, Krisis Listrik, Air, Hingga BBM

Blackout Batam memicu gangguan air, komunikasi, industri, kemacetan malam dan antrean BBM. Krisis air Nongsa serta 167 titik banjir menambah tantangan kota.

Mila Nabilah· 3 hari lalu