Runtut.com

Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia

Tak hanya Malaysia, kabut asap karhutla Indonesia juga berdampak pada Singapura. Simak kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan warganya.

3 menit baca
1
Kabut asap menyelimuti Marina Bay Sand
Kabut asap menyelimuti Marina Bay Sand — Tiktok - @Warung Digital

RUNTUT.COM - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak hanya dirasakan Malaysia, tetapi juga Singapura. Pada Rabu (14/10/2026), kualitas udara di Singapura memburuk setelah asap dari kebakaran di wilayah Indonesia terpantau bergerak menuju negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, konsentrasi partikel polusi udara PM2.5 di wilayah barat Singapura mencapai 284 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 14.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori very high atau sangat tinggi dalam klasifikasi konsentrasi PM2.5 yang digunakan Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA).

Memahami Angka Polusi Udara Singapura

PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil, dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Karena ukurannya, partikel ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Angka 284 µg/m³ menunjukkan konsentrasi partikel PM2.5 yang terukur dalam setiap meter kubik udara selama pengukuran satu jam. Semakin tinggi konsentrasinya, semakin banyak partikel halus yang terkandung di udara.

Angka tersebut berbeda dari PSI (Pollutant Standards Index), yaitu indeks yang digunakan Singapura untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara. Berdasarkan pembaruan NEA pada 14 Oktober 2026, PSI selama 24 jam pada pukul 16.00 berada pada rentang 118–168, yang termasuk kategori tidak sehat.

Dengan demikian, PM2.5 dan PSI menunjukkan hal yang berbeda. PM2.5 menggambarkan konsentrasi partikel halus dalam udara selama satu jam, sedangkan PSI digunakan untuk menunjukkan tingkat pencemaran udara dan membantu masyarakat menentukan langkah pencegahan.

Asap dari Kalimantan Bergerak ke Singapura

Dalam pembaruan situasi kabut asap pada 14 Oktober 2026, NEA melaporkan asap pekat dari kebakaran di Kalimantan terpantau bergerak menuju Singapura akibat angin dari tenggara. Kabut asap juga teramati di wilayah Sumatra.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, konsentrasi PM2.5 selama satu jam di berbagai wilayah Singapura tercatat berkisar 139–251 µg/m³. Perbedaan angka tersebut dengan pembacaan 284 µg/m³ sebelumnya terjadi karena pengukuran dilakukan pada waktu yang berbeda.

NEA memperkirakan asap masih berpotensi bergerak menuju Singapura sepanjang malam hingga hari berikutnya. Kondisi kering yang bertahan di sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan turut menjadi perhatian karena dapat mendukung berlanjutnya kebakaran.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat melintasi batas negara. Asap yang terbawa angin berpotensi mengganggu kualitas udara di wilayah lain meskipun sumber kebakaran berada di luar wilayah tersebut.

Singapura Siapkan Langkah Perlindungan di Tengah Kabut Asap

Memburuknya kualitas udara membuat masyarakat perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari. NEA menyarankan warga mengurangi aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan ketika PSI berada pada kategori tidak sehat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, perlu memberikan perhatian lebih terhadap paparan kabut asap. Masyarakat juga diimbau memantau pembaruan kualitas udara melalui kanal resmi NEA karena tingkat polusi dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan asap.

Selain memberikan imbauan kesehatan, pemerintah Singapura mulai menyalurkan masker N95 secara bertahap kepada warga rentan yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan ini dikonfirmasi oleh NEA melalui pembaruan situasi kabut asap pada 14 Oktober 2026.

Menurut NEA, masker disediakan melalui sejumlah klub komunitas, mesin penyalur masker di lokasi transportasi umum tertentu, kantor layanan sosial, dan lokasi People's Association. Pembagian dilakukan secara bertahap sehingga masker belum tentu tersedia di seluruh titik pengambilan pada waktu yang sama.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan partikel halus, terutama bagi masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Kabut asap yang berdampak pada Malaysia dan Singapura kembali menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan di wilayah tempat kebakaran terjadi. Asap yang terbawa angin dapat melintasi batas negara dan memengaruhi kualitas udara serta aktivitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat
Bencana Alam dan Krisis

Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat

Karhutla di Kalimantan dan Sumatra berkaitan dengan kabut asap di Malaysia. Puluhan wilayah terdampak pencemaran udara pada Oktober 2026.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla
Bencana Alam dan Krisis

Lewat Aksi Teatrikal, Seniman Jambi Suarakan Darurat Karhutla

Seniman di Jambi menyuarakan darurat karhutla melalui Parade Asap, tarian, busana adat, dan karya visual untuk menyoroti dampak kabut asap.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap
Bencana Alam dan Krisis

Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap

Pemkot Manado tetapkan status darurat akibat kabut asap dan kemarau ekstrem. Simak ulasan lengkap, dampak kesehatan, dan langkah penanganannya di sini.

Mila Nabilah· 1 hari lalu
Banjir Meluas di Jayapura, Kendaraan dan Permukiman Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Meluas di Jayapura, Kendaraan dan Permukiman Terdampak

Banjir dan longsor melanda tiga distrik di Kota Jayapura pada Oktober 2026. Kendaraan terseret arus, sementara pemerintah menyiapkan normalisasi sungai.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Batam Nyaris Lumpuh, Krisis Listrik, Air, Hingga BBM
Bencana Alam dan Krisis

Batam Nyaris Lumpuh, Krisis Listrik, Air, Hingga BBM

Blackout Batam memicu gangguan air, komunikasi, industri, kemacetan malam dan antrean BBM. Krisis air Nongsa serta 167 titik banjir menambah tantangan kota.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Relawan Karhutla Tanjung Puting Kewalahan dan Minta Dukungan Water Bombing
Bencana Alam dan Krisis

Relawan Karhutla Tanjung Puting Kewalahan dan Minta Dukungan Water Bombing

Relawan karhutla Taman Nasional Tanjung Puting meminta dukungan water bombing di tengah kendala akses dan kabut asap yang menghambat pemadaman.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu