JAKARTA - Industri kecantikan dan jamu tradisional Indonesia kehilangan salah satu sosok terbesarnya. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu pagi (14/10/2026) di usia 89 tahun setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya.
Kabar duka ini dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga besar melalui putra sulungnya yang juga menjabat sebagai CEO PT Martina Berto Tbk, Bryan David Emil Tilaar, serta pengumuman di akun Instagram resmi Sariayu Martha Tilaar. Ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh organisasi Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma), tempat almarhumah mengabdi sebagai Dewan Kehormatan.
Pelopor Kecantikan Berbasis Herbal Nusantara
Lahir dan tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap budaya lokal, Martha Tilaar memulai perjalanannya dari sebuah salon kecil di garasi rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada tahun 1970. Dedikasi dan inovasinya melahirkan merek legendaris Sariayu pada tahun 1977.
Melalui usahanya, almarhumah memelopori pengolahan bahan-bahan alami Nusantara dan ramuan tradisional menjadi produk perawatan kecantikan modern. Legacy yang ditinggalkannya tidak hanya berupa konglomerasi Martha Tilaar Group (PT Martina Berto Tbk), melainkan juga komitmen berkelanjutan dalam memperjuangkan kearifan lokal, pemberdayaan ribuan perempuan, petani bahan herbal, serta pengusaha salon di seluruh Indonesia.








