Holistic health mengubah cara pandang tentang hidup sehat, mulai dari menjaga kebugaran, mengelola stres, hingga membangun rutinitas yang lebih seimbang.
RUNTUT.COM – Sebanyak 72 persen responden Gen Z dan 79 persen milenial di Indonesia mengaku lebih sering melakukan aktivitas kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Temuan survei pada 2026 ini memperlihatkan meningkatnya perhatian terhadap kebugaran, meski belum menggambarkan sejauh mana masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh atau holistic health.
Data tersebut berasal dari Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang diberitakan ANTARA pada 5 Oktober 2026. Hasil survei itu menjadi salah satu gambaran perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama di kalangan generasi muda dan kelompok usia produktif.
Holistic health merupakan pendekatan kesehatan yang memandang kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan seseorang sebagai bagian yang saling berkaitan. Artinya, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan berolahraga atau mengatur pola makan. Kualitas tidur, kemampuan mengelola stres, serta kondisi psikologis juga perlu diperhatikan.
Dalam penerapannya, pendekatan ini dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan waktu istirahat yang memadai. Pada saat yang sama, pikiran juga memerlukan kesempatan untuk beristirahat dari tekanan pekerjaan, perkuliahan, maupun aktivitas digital yang berlangsung sepanjang hari.
Kebiasaan tersebut berkaitan dengan konsep self-care atau perawatan diri. Istilah ini merujuk pada upaya seseorang memenuhi kebutuhan fisik dan mentalnya agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Bentuknya beragam, mulai dari menjaga jadwal tidur, meluangkan waktu untuk berolahraga, mengatur beban aktivitas, hingga melakukan kegiatan yang membantu meredakan stres.
Meski demikian, self-care tidak berarti seseorang harus selalu merasa nyaman atau menghindari semua tekanan. Upaya merawat diri juga mencakup kemampuan mengenali batas diri, memahami kebutuhan tubuh, dan mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah kesehatan fisik maupun mental yang tidak dapat ditangani sendiri.
Di tengah maraknya tren wellness di media sosial, masyarakat juga perlu memahami bahwa kebutuhan kesehatan setiap orang berbeda. Rutinitas yang cocok bagi seseorang belum tentu sesuai bagi orang lain.
Karena itu, penerapan gaya hidup sehat sebaiknya mempertimbangkan kondisi tubuh, usia, aktivitas, serta kemampuan masing-masing, bukan semata-mata mengikuti tren.
Selain itu, meningkatnya aktivitas kebugaran belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh aspek kesehatan telah terpenuhi. Seseorang yang rutin berolahraga, misalnya, tetap perlu memperhatikan kecukupan tidur, asupan makanan, dan kondisi mentalnya. Kesehatan perlu dilihat melalui kebiasaan yang saling melengkapi, bukan hanya satu indikator.
Pendekatan holistic health pada akhirnya menempatkan konsistensi sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat. Masyarakat dapat memulainya melalui perubahan sederhana yang realistis, seperti memperbaiki jam tidur, bergerak secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menyediakan waktu untuk beristirahat.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab