Runtut.com

PKM Unesa Perkuat Optimalisasi Website Sekolah melalui Pemanfaatan AI

Unesa melatih guru Labschool memanfaatkan AI untuk menulis berita website sekolah dengan tetap mengutamakan keterampilan jurnalistik dan verifikasi fakta.

2 menit baca
1
Runtut.com
Guru dan pengelola publikasi Labschool Unesa mengikuti pelatihan penulisan berita berbasis AI pada 23 Oktober 2026 untuk meningkatkan keterampilan mengolah informasi sekolah menjadi konten yang akurat dan informatif. — Dok. Humas Unesa

JAWA TIMUR — Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat membantu guru menyusun berita sekolah dengan lebih cepat. Namun, teknologi ini tetap membutuhkan keterampilan jurnalistik dan pemeriksaan fakta agar informasi yang dipublikasikan melalui website sekolah akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kebutuhan tersebut melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertajuk “Pelatihan Pembuatan Konten Website Sekolah melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)” yang digelar bersama Labschool Unesa pada Jumat (23/10/2026).

Pelatihan ini menghadirkan Sulvi Sofiana, jurnalis Surya dari Tribunnews Network, untuk membahas penggunaan AI dalam produksi berita sekolah.

Kepala Pusat Humas dan Branding Labschool Unesa, Fadhilah Qalbi Annisa, mengatakan pelatihan tersebut menjawab kebutuhan guru yang turut menjalankan fungsi kehumasan, termasuk mengelola media publikasi dan menulis artikel berita.

Runtut.com
Peserta berdiskusi dan mempraktikkan penggunaan perangkat digital dalam pelatihan pembuatan konten website sekolah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan melalui kolaborasi PKM Unesa dan Labschool Unesa, Jumat (23/10/2026). — Dok. Humas Unesa

“Dengan pelatihan ini akhirnya mereka tahu prinsip-prinsip dasar dalam kehumasan yang bisa diterapkan untuk mengoptimalisasi pengelolaan media kami, terutama di website terkait penulisan artikel berita,” ujarnya.

Menurut Fadhilah, website tetap berperan sebagai sumber informasi resmi sekolah di tengah perkembangan media sosial. Pengelolaannya membutuhkan kemampuan mengolah informasi kegiatan menjadi berita yang mudah dipahami masyarakat.

Publikasi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan program, prestasi, dan potensi warga sekolah, bukan sekadar menyimpan dokumentasi kegiatan.

Ketua tim PKM, Muh Ariffudin Islam, menekankan bahwa penggunaan AI perlu didahului pemahaman dasar jurnalistik. Guru perlu mampu mengumpulkan informasi melalui wawancara, memenuhi unsur 5W+1H, serta menentukan sudut pandang berita sebelum menyusun artikel.

Runtut.com
Tim PKM Unesa bersama peserta pelatihan pembuatan konten website sekolah melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berfoto bersama di akhir kegiatan kolaborasi dengan Labschool Unesa, Jumat (23/10/2026). — Dok. Humas Unesa

Dalam materi “Penulisan Berita Berbasis AI untuk Guru & Humas”, Sulvi menjelaskan sejumlah fungsi AI dalam proses produksi berita. Teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi nilai berita, memetakan sudut pandang, mentranskripsikan rekaman sambutan, menyusun draf dengan pola piramida terbalik, dan menghasilkan alternatif judul.

Meski demikian, penggunaan AI tidak cukup dilakukan dengan memasukkan informasi kegiatan lalu menerima hasilnya tanpa pemeriksaan. Pendekatan human-in-the-loop menempatkan manusia sebagai pengendali proses penyuntingan dan validasi.

Penulis perlu memeriksa nama, gelar, tanggal, angka, serta kutipan narasumber untuk mencegah kesalahan fakta dan kemunculan pernyataan yang tidak pernah disampaikan.

Melalui pelatihan ini, pengelola publikasi sekolah diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik. Kualitas berita tetap bergantung pada ketepatan informasi, relevansi sudut pandang, dan tanggung jawab penulis dalam memastikan setiap fakta yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...