Runtut.com

Puan Maharani Pastikan DPR Terbuka Terima Aspirasi Massa Demonstrasi

Puan Maharani menegaskan DPR terbuka menerima aspirasi warga melalui aksi maupun audiensi, seraya meminta demonstrasi berlangsung tertib.

2 menit baca
5
Runtut.com
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pernyataan terkait kesiapan parlemen menerima aspirasi masyarakat di tengah aksi demonstrasi di Jakarta. — Getty Images/@Bay Ismoyo

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan parlemen siap menerima aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi maupun audiensi langsung di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah kelompok masyarakat yang menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan kompleks parlemen.

Puan mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. DPR, menurut dia, terbuka untuk menerima masukan maupun pandangan dari berbagai kelompok selama dilakukan melalui mekanisme yang tertib.

“Jadi partisipasi dari masyarakat jika ingin menyatakan masukannya, kemudian menyatakan aspirasinya, tentu saja akan kami terima di gedung DPR,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis.

Meski membuka ruang dialog, Puan mengingatkan agar setiap kegiatan penyampaian pendapat tetap menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan gangguan keamanan. Ia menilai penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.

“Jangan sampai ada kericuhan. Lebih baik kita menjaga ketertiban, kita menjaga semuanya berjalan dengan baik, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Puan menjelaskan DPR memiliki mekanisme untuk menerima masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia menyebut pimpinan DPR, pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), serta pimpinan komisi secara bergantian menerima audiensi dari berbagai kelompok masyarakat.

“Hari-hari ini kami pimpinan DPR, kemudian pimpinan AKD, pimpinan Komisi, bergantian untuk bisa bertemu dengan masyarakat yang memang ingin melakukan audiensi dengan kami,” kata Puan.

Sementara itu, aparat kepolisian memperkirakan jumlah peserta aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI mencapai sekitar 500 orang. Polda Metro Jaya menyebut jumlah tersebut masih dapat berubah karena adanya kemungkinan kelompok lain yang ikut menyampaikan aspirasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian telah menerima pemberitahuan dari sejumlah kelompok masyarakat terkait rencana aksi.

“Kalau kita berbicara estimasi sejauh ini masih sekitar 500 massa aksi,” kata Budi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Budi menyebut terdapat dua kelompok yang telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Merah Putih. Kepolisian masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan jumlah massa serta situasi keamanan di sekitar lokasi aksi.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Polisi juga menyiapkan pengaturan lalu lintas apabila kondisi di lapangan membutuhkan rekayasa arus kendaraan.

Aksi demonstrasi tersebut menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi publik terhadap sejumlah isu nasional. DPR menyatakan ruang komunikasi tetap terbuka melalui jalur dialog maupun audiensi agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 6 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 6 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu