JAKARTA — Aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), berdampak pada pengaturan lalu lintas dan layanan transportasi publik. Kepolisian menyiapkan rekayasa arus secara situasional, sementara Transjakarta melakukan penyesuaian sejumlah rute akibat adanya penutupan jalan di sekitar lokasi aksi.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan pengaturan lalu lintas tidak diberlakukan secara menyeluruh. Polisi akan melakukan pengalihan arus apabila kondisi di lapangan membutuhkan penyesuaian, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan atau pergerakan massa yang memengaruhi jalur utama.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan rekayasa lalu lintas bersifat terbatas dan menyesuaikan perkembangan situasi.

“Apabila harus dilakukan rekayasa, itu sifatnya situasional dan terbatas,” ujar Firman, dikutip Antara.

Menurut Firman, petugas telah disiapkan di sejumlah titik untuk memberikan arahan kepada pengguna jalan apabila terjadi perubahan arus. Ia menyebut kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat masih dalam keadaan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Untuk mendukung pengamanan aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.274 personel. Ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan masyarakat, termasuk kawasan Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas, dan Taman Pandang Silang Monas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel pengamanan juga bertugas membantu pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan persuasif, serta menjaga situasi tetap tertib.

Sementara itu, layanan transportasi Transjakarta mengalami sejumlah perubahan perjalanan. Operator transportasi tersebut melakukan penghentian sementara, modifikasi rute, hingga perubahan lintasan akibat adanya penutupan jalur oleh pihak berwenang.

Beberapa halte yang terdampak antara lain Halte Gerbang Pemuda dan Petamburan yang untuk sementara tidak melayani pelanggan. Sejumlah rute yang mengalami penyesuaian meliputi 3F, 9, 9A, 10H, 1W, S31, T31, dan SH2.

Rute 8N juga mengalami perubahan layanan dengan memperpendek lintasan menuju Petamburan. Dalam kondisi tersebut, bus tidak melayani beberapa titik pemberhentian seperti Bus Stop MPR 1, MPR 2, dan Petamburan.

Selain itu, rute 1B dan 1F dihentikan sementara. Rute 1B yang melayani perjalanan Stasiun Palmerah-Tosari serta rute 1F dengan layanan Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan tidak beroperasi selama penyesuaian berlangsung.

Mikrotrans JAK 102 turut mengalami perubahan lintasan akibat penutupan jalan di sekitar Jalan Hj Nawi. Untuk arah Blok M, layanan tersebut tidak melewati sejumlah pemberhentian mulai dari Bus Stop Griya Haji Nawi hingga Seberang ITC Fatmawati.

Transjakarta mengimbau masyarakat memantau perkembangan layanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kanal informasi resmi perusahaan. Perubahan perjalanan akan terus disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan.

Dengan adanya aksi tersebut, pengguna jalan dan pelanggan transportasi umum diimbau merencanakan perjalanan lebih awal serta mengikuti arahan petugas di lokasi. Pengaturan lalu lintas dan layanan transportasi akan kembali disesuaikan setelah situasi di sekitar titik aksi dinyatakan normal.