Runtut.com

Karhutla Kepung Kalimantan, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak Asap dan Kebakaran

Karhutla melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Simak daftar daerah terdampak asap, titik panas, hingga dampaknya terhadap aktivitas warga.

3 menit baca
8
Karhutla Kepung Kalimantan, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak Asap dan Kebakaran
Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan, mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat. — Getty Images/@Reina

KALIMANTAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Dampak kebakaran terlihat di berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.

Asap yang ditimbulkan mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, menghambat jarak pandang, serta memengaruhi kegiatan pendidikan dan transportasi.

Di Kalimantan Tengah, beberapa wilayah yang terdampak karhutla berada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Daerah-daerah tersebut menghadapi kebakaran dengan tingkat dampak yang berbeda, mulai dari gangguan kabut asap hingga upaya pemadaman di lokasi kebakaran.

Kota Palangka Raya menjadi salah satu wilayah dengan dampak asap paling terasa. Kondisi udara di ibu kota Kalimantan Tengah tersebut memburuk pada Rabu (19/8/2026), dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 487 atau masuk kategori berbahaya.

Asap pekat membuat pemerintah daerah melakukan penyesuaian kegiatan pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mengubah jam masuk sekolah jenjang SD dan SMP menjadi pukul 08.00 WIB, sedangkan pembelajaran PAUD dialihkan melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

Berdasarkan data pemantauan, sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, 281 titik berada di Kota Palangka Raya yang tersebar di Kecamatan Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit.

Selain Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau juga menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Kawasan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, menjadi salah satu daerah rawan kebakaran. Pemerintah daerah mendorong pembangunan sumur bor permanen agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat ketika api muncul.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Pangkalan Bun pada Rabu (19/8/2026). Asap yang mengurangi jarak pandang membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan, terutama di sejumlah ruas yang terdampak kepulan asap.

Karhutla juga terjadi di kawasan Paring Kuning, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kebakaran yang muncul pada Rabu siang tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak terkait.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran masih berlangsung di sejumlah lokasi. Beberapa titik bahkan belum seluruhnya terjangkau petugas sehingga warga setempat ikut membantu proses pemadaman sebagai relawan.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, wilayah terdampak asap mencakup Banjarbaru dan Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarbaru menyesuaikan jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 Wita bagi satuan pendidikan yang terdampak kabut asap.

Di Banjarmasin, dampak asap juga memengaruhi aktivitas penerbangan. Sebanyak 12 penerbangan di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor mengalami penundaan akibat jarak pandang yang terbatas. Pemerintah bersama aparat juga melakukan berbagai upaya, termasuk edukasi masyarakat dan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Di Kalimantan Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami kebakaran. Tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam. Kebakaran tersebut melibatkan area semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu.

Sejumlah wilayah tersebut menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan lintas daerah di Kalimantan. Penanganan kebakaran saat ini berjalan bersamaan dengan upaya pencegahan agar risiko kebakaran dan dampak asap tidak meluas ke kawasan permukiman maupun fasilitas publik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden
Nasional

Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden

Presiden Prabowo merombak jajaran Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026. Sebanyak 18 pejabat dilantik dan reshuffle yang mencakup kementerian dan lembaga negara

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini
Nasional

Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini

Liga sepak bola putri Indonesia kembali bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum tujuh tahun melalui Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti 6 klub.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi
Nasional

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
Nasional

KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK resmi menahan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penyidik bongkar 5 klaster korupsi.

Nurul Hidayah· 3 hari lalu
Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB
Nasional

Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB

Resmi dilantik di Istana Negara, Letjen TNI Kristomei Sianturi pimpin BNPB. Ia berkomitmen benahi internal dan perketat anggaran darurat bencana.

Mila Nabilah· 4 hari lalu
Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman
Nasional

Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman

Kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalsel kembali dilanda karhutla (12/10/2026). Sulitnya jangkauan sumber air membuat upaya pemadaman terkendala.

Maya Sintasari· 5 hari lalu