Runtut.com

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Amankan Aksi Demonstrasi dan Kegiatan Publik

Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi di Jakarta, termasuk aksi BEM UI di Bundaran HI.

3 menit baca
5
Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Amankan Aksi Demonstrasi dan Kegiatan Publik
Sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan untuk mengawal 31 aksi demonstrasi dan 16 kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta. — Getty Images/@E4C

JAKARTA — Sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian aksi demonstrasi dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pengamanan tersebut dilakukan menyusul adanya 31 aksi penyampaian pendapat serta 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta satuan pendukung lainnya. Personel dikerahkan untuk memastikan kegiatan masyarakat dan penyampaian aspirasi publik berjalan tertib sesuai aturan yang berlaku.

“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Salah satu aksi yang menjadi perhatian adalah demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi tersebut mengusung tema #MerebutKemerdekaan dengan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan ekonomi, pemerintahan, hingga kebijakan publik.

Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar sebelumnya memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Selasa pagi. Dalam apel tersebut, ia meminta seluruh personel menjalankan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Menurut Laode, pengamanan aksi unjuk rasa harus dilakukan dengan menjaga ketertiban dan mencegah potensi kericuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Ia meminta personel tidak mudah terpancing situasi di lapangan serta menjalankan tugas secara sabar dan terukur.

“Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur,” kata Laode.

Ia juga menegaskan penegakan hukum menjadi langkah terakhir apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan aksi. Personel diminta memberikan ruang dialog kepada perwakilan massa agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara kondusif.

Selain itu, Laode memastikan personel yang bertugas tidak membawa senjata api selama melakukan pengamanan aksi. Ia meminta setiap anggota mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta mengedepankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Silakan rekan-rekan Provos cek anggota, tidak ada yang membawa senjata api. Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM UI Yatalatof Imawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila aksi tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas. Ia menilai gangguan lalu lintas akibat aksi hanya bersifat sementara dibandingkan persoalan sosial yang ingin mereka suarakan.

Pengamanan ribuan personel tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di ruang publik dan kebutuhan menjaga keamanan serta aktivitas warga Jakarta.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini
Nasional

Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini

Liga sepak bola putri Indonesia kembali bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum tujuh tahun melalui Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti 6 klub.

Ferdian Trikusuma· 12 jam lalu
Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi
Nasional

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
Nasional

KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK resmi menahan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penyidik bongkar 5 klaster korupsi.

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB
Nasional

Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB

Resmi dilantik di Istana Negara, Letjen TNI Kristomei Sianturi pimpin BNPB. Ia berkomitmen benahi internal dan perketat anggaran darurat bencana.

Mila Nabilah· 1 hari lalu
Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman
Nasional

Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman

Kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalsel kembali dilanda karhutla (12/10/2026). Sulitnya jangkauan sumber air membuat upaya pemadaman terkendala.

Maya Sintasari· 3 hari lalu
Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal
Nasional

Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal

Kota Palangka Raya dikepung kabut asap tebal akibat karhutla pada Selasa (13/10/2026), menyebabkan jarak pandang sangat terbatas dan bahayakan pengendara.

Maya Sintasari· 3 hari lalu