Runtut.com
NasionalBreaking News

KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi Tersangka

KPK menetapkan sejumlah tersangka dalam OTT di BNPB terkait dugaan korupsi dana kebencanaan dan menyita uang Rp1,4 miliar serta emas.

2 menit baca
1
Runtut.com
KPK menetapkan sejumlah tersangka setelah OTT di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Penyidik turut mengamankan uang tunai Rp1,4 miliar dan logam mulia berupa emas. — pinterest/@poetro fadjar

RUNTUT.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sejumlah tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berkaitan dengan dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Hingga Rabu (14/10/2026), KPK belum mengumumkan identitas para tersangka, sementara barang bukti yang diamankan mencakup uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia berupa emas.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah perkara tersebut dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan melalui gelar perkara atau ekspose pada Selasa malam (13/10/2026). Langkah itu menandai bahwa KPK melanjutkan proses hukum berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan temuan penyelidikan.

“Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Sebelumnya, KPK mengamankan 14 orang dalam operasi yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Mereka terdiri atas Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB, serta sejumlah pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Seluruh pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.

Budi menyampaikan bahwa para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan ditahan di rumah tahanan KPK. Sementara itu, orang-orang yang status hukumnya masih sebagai saksi dapat kembali setelah pemeriksaan selesai. KPK belum memerinci jumlah tersangka maupun dugaan peran setiap pihak dalam perkara tersebut.

Dana siap pakai kebencanaan merupakan anggaran yang disediakan pemerintah untuk mendukung penanganan bencana, termasuk kebutuhan mendesak ketika terjadi keadaan darurat. Pengelolaannya membutuhkan pengawasan agar dana digunakan sesuai peruntukan. Dalam kasus ini, dugaan penyimpangan masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan tahapan hukum berikutnya.

Menanggapi OTT tersebut, BNPB menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. Juru Bicara BNPB Berton Padjaitan mengatakan lembaganya akan bersikap kooperatif dengan menyediakan data dan akses informasi yang dibutuhkan penyidik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BNPB juga menyatakan tidak akan mengintervensi proses penyelidikan maupun penyidikan. Lembaga tersebut mengingatkan pentingnya asas praduga tak bersalah, yakni prinsip bahwa seseorang harus dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pengusutan perkara ini akan menentukan bagaimana dugaan penyimpangan dana kebencanaan terjadi, siapa saja pihak yang bertanggung jawab, serta sejauh mana kerugian negara yang ditimbulkan. KPK belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai konstruksi perkara dan identitas tersangka.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan
Nasional

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj mencatat 37 jemaah umrah Indonesia melintasi Riyadh hingga 11 Oktober 2026 dan mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi Timur Tengah

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton
Nasional

Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton

Pertandingan legenda Manchester United vs Arsenal di GBK berlangsung dengan tribun yang terlihat lengang. Padatnya event Jakarta menjadi sorotan.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah
Nasional

Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah

Bukan sekadar tempat benda bersejarah, museum menyimpan cerita perjalanan bangsa. Simak makna Hari Museum Indonesia 12 Oktober bagi generasi muda!

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan
Nasional

Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan

Buntut kabut karhutla, Kemenhub catat 1.673 penerbangan domestik terdampak. Citilink Indonesia catat penerbangan terdampak paling banyak.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela
Nasional

Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela

Curva Boys dan LA Mania bentangkan koreografi dan bendera untuk mengenang Choirul Huda, legenda Persela Lamongan, dalam laga melawan Deltras FC di Surajaya.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Persela Gagal Geser Pemuncak Klasemen, Deltras FC Paksa Hasil Imbang 1-1
Nasional

Persela Gagal Geser Pemuncak Klasemen, Deltras FC Paksa Hasil Imbang 1-1

Persela Lamongan gagal merebut puncak klasemen usai ditahan imbang Deltras FC 1-1 di Stadion Surajaya dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu