Runtut.com

Pemerintah Diminta Dengarkan Rakyat, Tantangan Menjaga Ruang Kritik Tetap Terbuka

Prabowo tekankan pemerintah harus dengarkan rakyat dan terbuka terhadap informasi. Isu kebebasan berekspresi menjadi sorotan publik.

2 menit baca
1
Pemerintah Diminta Dengarkan Rakyat, Tantangan Menjaga Ruang Kritik Tetap Terbuka
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tentang transparansi dan pelayanan rakyat dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI. — Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah harus membuka akses informasi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan negara memiliki kewajiban memberikan kemudahan kepada masyarakat, termasuk memastikan program pemerintah dapat diterima oleh warga. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan birokrasi agar pelayanan publik berjalan lebih efektif.

“Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” ujar Prabowo.

Ia menyebut prinsip tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, pejabat publik perlu mendengar langsung pengalaman masyarakat terkait pelaksanaan program pemerintah.

“Tanyakan ke rakyat. Dengarkan suara rakyat. Mereka yang akan menyampaikan bahwa sering program tidak sampai ke rakyat,” katanya.

Meski demikian, pernyataan mengenai pentingnya mendengar suara rakyat berhadapan dengan catatan terkait kebebasan menyampaikan kritik. Berdasarkan data Komisi Pencari Fakta dan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi, sebanyak 6.719 orang ditangkap setelah gelombang demonstrasi pada Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.858 orang disebut telah dibebaskan. Sementara sekitar 706 orang menjalani proses hukum. Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah perkara Laras Faizati, pekerja kantoran yang dipidana setelah menyampaikan kritik mengenai ketidakadilan dan penanganan hukum melalui media sosial.

Laporan situasi hak digital Indonesia 2025 yang dirilis lembaga advokasi Safenet pada Februari 2026 juga mencatat peningkatan kasus pelanggaran kebebasan berekspresi di ruang digital. Terdapat 351 kasus dengan 344 korban sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat 146 kasus dengan 170 korban.

Kasus-kasus tersebut berkaitan dengan penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta sejumlah pasal terkait dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, Safenet mencatat terdapat 17 kasus permintaan penghapusan konten oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selama April hingga Juli 2026. Angka tersebut mencakup 39 persen dari seluruh kejadian dalam kategori kebijakan digital pada periode tersebut.

Menurut Safenet, sebagian permintaan penghapusan konten tersebut menyasar unggahan kritik masyarakat terhadap pemerintah dan kebijakannya, bukan konten berupa disinformasi atau ujaran kebencian.

Keterbukaan informasi, partisipasi publik, dan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi menjadi tantangan yang berjalan beriringan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif. Pernyataan pemerintah mengenai pentingnya mendengar suara rakyat kini diuji melalui praktik transparansi dan ruang kritik di masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Dugaan WNI Jadi Tentara Bayaran di Perang Ukraina, Kemlu dan KBRI Buka Suara
Nasional

Dugaan WNI Jadi Tentara Bayaran di Perang Ukraina, Kemlu dan KBRI Buka Suara

Kemlu dan KBRI Moskow telusuri kebenaran identitas WNI yang dikabarkan tewas di perang Ukraina usai direkrut militer Rusia.

Rani Masida· 1 hari lalu
Daftar Fenomena Astronomi November 2026: Ada Supermoon hingga Hujan Meteor
Nasional

Daftar Fenomena Astronomi November 2026: Ada Supermoon hingga Hujan Meteor

Langit November 2026 dihiasi hujan meteor Taurid & Leonid hingga Supermoon. Cek jadwal dan waktu terbaik pengamatannya di sini!

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 2 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 3 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu