Runtut.com

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Magang di Pemkab Mojokerto, Pelajari Tata Kelola Pemerintahan dari Pekerjaan Administrasi

Program Magang Berdampak di Pemkab Mojokerto memberi mahasiswa pengalaman langsung dalam administrasi perkantoran dan tata kelola pemerintahan daerah.

3 menit baca
Foto Bersama Pegawai Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Mojokerto Bersama Mahasiswa Magang Berdampak UPN "Veteran" Jawa Timur
Foto Bersama Pegawai Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Mojokerto Bersama Mahasiswa Magang Berdampak UPN "Veteran" Jawa Timur — Dokumentasi Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Mojokerto

RUNTUT.COM—Mahasiswa peserta Program Magang Berdampak memperoleh pengalaman langsung mengenai administrasi dan tata kelola pemerintahan melalui penempatan di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto. Selama kegiatan, mereka terlibat dalam pekerjaan administrasi perkantoran dan pengelolaan dokumen yang menjadi bagian dari aktivitas instansi pemerintahan.

Program Magang Berdampak tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kampus yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik kerja. Melalui keterlibatan langsung di lingkungan pemerintah daerah, mahasiswa dapat mengenali mekanisme administrasi sekaligus memahami bagaimana pekerjaan tersebut mendukung pelaksanaan tugas organisasi perangkat daerah.

Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto memiliki lingkup tugas yang berkaitan dengan penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, serta peningkatan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan. Bidang tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari struktur organisasi dan proses kerja birokrasi secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat dalam berbagai pekerjaan administrasi dan pengelolaan dokumen. Aktivitas tersebut menuntut ketelitian dalam memeriksa informasi, kedisiplinan menyelesaikan tugas, serta kemampuan menyusun pekerjaan secara sistematis. Mereka juga belajar berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pegawai agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai arahan dan prosedur yang berlaku.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tanggung jawab dalam lingkungan kerja profesional. Pengelolaan dokumen, misalnya, membutuhkan ketepatan informasi dan keteraturan agar arsip mudah ditelusuri ketika diperlukan. Sementara itu, koordinasi antarpihak diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai pembagian tugas.

Dosen pembimbing, Diana Hertati, mengatakan Program Magang Berdampak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam lingkungan kerja. Keterlibatan langsung di instansi mitra juga diharapkan dapat mengembangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan sikap profesional mahasiswa.

"Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman praktis agar dapat memahami tuntutan pekerjaan sekaligus mengenali penerapan bidang keilmuan di luar lingkungan akademik. Kehadiran peserta magang di instansi mitra juga diharapkan memberikan kontribusi sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing," tuturnya.

Salah satu mahasiswa peserta magang, Dicky Surya Putra Setiawan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman dan pengetahuan baru mengenai dunia kerja. Ia merasakan perkembangan dalam kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menjalankan pekerjaan di lingkungan instansi pemerintahan.

“Melalui Program Magang Berdampak, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang membantu mengembangkan kemampuan, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam lingkungan kerja. Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenal dunia kerja secara langsung dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ungkapnya.

Pelaksanaan program di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto memperlihatkan peran kolaborasi perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam menyediakan pengalaman belajar berbasis praktik.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam program magang di antaranya adalah Muhammad Ariq Reviansyah, Nabilla Tasya Putri Kuswanto, Khoirun Nisa, Dicky Surya Putra Setiawan, Siti Zubaidah Al-Maisaroh, dan Farivatus Amalia.

Tentang Penulis
  • MA
    Muhammad Ariq Reviansyah, Prof. Dr. Diana Hertati, M.Si.

    Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua