Runtut.com
InternasionalBreaking News

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

1 menit baca
Potret Abbas Araghchi
Potret Abbas Araghchi — Al Jazeera

IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan pada Al Jazeera bahwa Teheran telah mempelajari surat dari Wakil Presiden Amerika Serikat yaitu JD Vance, dan menilai upaya tersebut sebagai langkah positif Washington dalam menyediakan ruang dialog terbuka, Jumat (31/10/2026).

Araghchi juga menjelaskan bahwa saat ini delegasi Iran di Doha sedang berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi,” ujarnya pada Al Jazeera.

Langkah ini diambil berdasarkan perintah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei yang meminta kepada para komandan militer untuk memastikan respon segera dan efektif atas segala bentuk ancaman tanpa batas geografis. Terutama setelah sebuah drone Amerika Serikat dilaporkan menyerang dua kapal nelayan di lepas Pulau Qeshm yang menimbulkan dua korban terluka.

Profesor asosiasi studi keamanan di King's College London, Andreas Krieg menilai serangan Amerika Serikat terhadap Iran memang menciptakan urgensi untuk melakukan dialog sebagai upaya mengkhiri perang, tetapi ia pesimis bahwa hal ini akan menghasilkan konsensi.

"Ada perbedaan mendasar antara memaksa Iran kembali ke meja perundingan dan memaksanya menerima syarat Amerika Serikat. Bagi kelompok garis keras Iran, ancaman berulang dari Amerika Serikat dan Israel membuktikan argumen bahwa Washington tidak dapat dipercaya," ujarnya pada Al jazeera.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 17 jam lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 1 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 2 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 2 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu