Runtut.com

Pakta Pertahanan Makkah antara Saudi, Turkiye, dan Pakistan Picu Perdebatan di Timur Tengah

Pakta Pertahanan Makkah antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye menuai sorotan. Islamabad menyebut kerja sama itu berfokus pada keamanan kawasan.

3 menit baca
6
Pakta Pertahanan Makkah antara Saudi, Turkiye, dan Pakistan Picu Perdebatan di Timur Tengah
Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri menjelaskan tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye. — X/@@Zhchaudhri (Dubes Pakistan untuk Indonesia)

JAKARTA — Pakta Pertahanan Makkah antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye menuai perhatian internasional di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah. Pemerintah Pakistan menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah pertahanan bersama, sementara sejumlah pihak mengkhawatirkan perjanjian itu dapat memengaruhi dinamika konflik kawasan.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri mengatakan pakta pertahanan tersebut dibuat untuk memperkuat kerja sama keamanan, bukan sebagai upaya memperluas konflik. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peringatan kemerdekaan Pakistan ke-79 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Kami percaya ini adalah perkembangan yang sangat penting, tetapi ini untuk tujuan pertahanan,” ujar Zahid ketika ditanya mengenai kekhawatiran bahwa Pakta Pertahanan Makkah dapat memperluas konflik di Timur Tengah.

Menurut Zahid, Pakistan selama ini berupaya mengambil peran dalam menjaga stabilitas kawasan melalui pendekatan pertahanan, fasilitasi, dan mediasi. Ia menilai kerja sama antarnegara diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan yang berkembang.

“Pakistan selalu bekerja untuk pertahanan, dan kami akan terus memainkan peran untuk keamanan kolektif kawasan kami,” katanya.

Pakta Pertahanan Makkah atau Mecca Joint Defence Agreement ditandatangani Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye pada 7 Agustus 2026. Salah satu klausul yang menjadi perhatian publik menyebutkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Klausul tersebut kemudian dibandingkan dengan mekanisme pertahanan kolektif dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), meski ketiga negara belum menyatakan kesepakatan tersebut sebagai bentuk aliansi militer permanen seperti NATO.

Kekhawatiran mengenai dampak pakta tersebut muncul karena kawasan Timur Tengah sedang berada dalam situasi geopolitik yang sensitif. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sebelumnya turut meningkatkan ketegangan, terutama setelah serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan sejumlah pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Arab Saudi sempat menjadi salah satu wilayah yang terdampak eskalasi konflik tersebut. Riyadh mengecam serangan yang dilakukan Iran dan meminta penghentian aksi militer, tetapi sejauh ini memilih tidak mengambil langkah militer secara langsung.

Selain itu, hubungan Arab Saudi dengan kelompok Houthi yang didukung Iran juga pernah mengalami ketegangan bersenjata. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengamat menilai kerja sama pertahanan baru dapat membawa konsekuensi terhadap keseimbangan keamanan regional.

Kritik juga muncul dari sejumlah pihak di Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa analis mempertanyakan alasan Riyadh membentuk kerja sama pertahanan di luar kerangka Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang selama ini menjadi forum koordinasi negara-negara Teluk.

Namun, pendukung kesepakatan tersebut menilai Pakta Pertahanan Makkah merupakan bentuk kedaulatan negara dalam menentukan strategi keamanan. Mereka menyebut kerja sama itu bertujuan membangun kemampuan pertahanan bersama dan meningkatkan stabilitas kawasan, bukan mencari musuh baru.

Zahid menegaskan bahwa keamanan regional membutuhkan keterlibatan seluruh negara di kawasan. Menurut dia, kerja sama antarnegara menjadi faktor penting untuk menjaga kepentingan bersama di tengah perubahan situasi geopolitik global.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme
Internasional

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

Rani Masida· 19 jam lalu
Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang
Internasional

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

Andini Putri Lestari· 20 jam lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 1 hari lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu