Runtut.com

Calvin Verdonk Ukir Sejarah, Jadi WNI Pertama yang Tampil di Liga Champions Eropa

Calvin Verdonk mencatat sejarah sebagai pemain berstatus WNI pertama yang tampil di Liga Champions saat Lille menghadapi Arsenal di Emirates Stadium.

3 menit baca
3
Calvin Verdonk bermain saat pertandingan Liga Champions Eropa antara LOSC Lille melawan Arsenal di Emirates Stadium.
Calvin Verdonk bermain saat pertandingan Liga Champions Eropa antara LOSC Lille melawan Arsenal di Emirates Stadium. — TNT Sport

LONDON – Calvin Verdonk mengukir sejarah bagi sepak bola Indonesia setelah menjalani debut di Liga Champions UEFA bersama LOSC Lille. Bek Timnas Indonesia itu menjadi pemain pertama yang tampil di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut saat telah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Momen bersejarah itu terjadi ketika Lille menghadapi Arsenal pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026/2027 di Emirates Stadium, London, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Lille harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-3.

Verdonk memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum masuk pada menit ke-78 untuk menggantikan Romain Perraud. Meski hanya bermain pada penghujung laga, penampilan tersebut menjadi catatan penting bagi perjalanan kariernya sekaligus sejarah sepak bola Indonesia.

Kevin Diks dan Emil Audero Sudah Lebih Dulu Tampil

Sebelum Verdonk mencatatkan sejarah, sejumlah pemain yang kini memperkuat Timnas Indonesia sebenarnya sudah lebih dahulu merasakan atmosfer Liga Champions. Dua di antaranya adalah Kevin Diks dan Emil Audero.

Kevin Diks pernah tampil di Liga Champions bersama FC Copenhagen pada musim 2022/2023 dan 2023/2024. Bek tersebut membantu klub Denmark itu melaju hingga babak 16 besar pada musim 2023/2024 sebelum tersingkir dari Manchester City.

Sementara itu, Emil Audero pernah tampil bersama Inter Milan pada fase grup Liga Champions musim 2023/2024. Kiper tersebut bermain penuh saat Inter bermain imbang 3-3 melawan Benfica pada November 2023.

Namun, ada perbedaan mendasar antara pencapaian kedua pemain tersebut dan debut Verdonk. Ketika tampil di Liga Champions, Kevin Diks dan Emil Audero belum resmi berstatus WNI. Diks memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada November 2024, sedangkan Audero resmi menjadi WNI pada Maret 2025.

Dengan demikian, Verdonk menjadi pemain pertama yang tampil di fase utama Liga Champions ketika sudah berstatus sebagai WNI. Catatan ini membedakan pencapaiannya dari para pemain Timnas Indonesia yang telah lebih dahulu merumput di kompetisi tersebut.

Calvin Verdonk saat bersiap memasuki lapangan dalam pergantian pemain yang dilakukan oleh LOSC Lille
Calvin Verdonk saat bersiap memasuki lapangan dalam pergantian pemain yang dilakukan oleh LOSC Lille — Instagram: @footyvide_

Debut Bersejarah di Tengah Kekalahan Lille

Dalam pertandingan melawan Arsenal, Lille mampu menjaga skor imbang tanpa gol hingga babak pertama berakhir. Namun, tuan rumah meningkatkan tekanan selepas turun minum dan mencetak tiga gol dalam waktu singkat.

Jurrien Timber membuka keunggulan Arsenal pada menit ke-64. Eberechi Eze menggandakan skor tiga menit kemudian, sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan 3-0 pada menit ke-71.

Verdonk kemudian masuk sebagai pemain pengganti ketika Lille berusaha menghadapi tekanan tuan rumah. Ia turut membantu lini belakang timnya menyelesaikan pertandingan, meski Lille tidak mampu mengejar ketertinggalan.

Terlepas dari hasil akhir, debut Verdonk menjadi pencapaian tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Penampilannya menambah catatan pemain berstatus WNI yang mampu menembus panggung utama sepak bola antarklub Eropa.

Bagi Verdonk, kesempatan tersebut juga menjadi awal perjalanan di Liga Champions bersama Lille. Sementara bagi Indonesia, momen ini menandai babak baru dalam sejarah pemain nasional di kompetisi elite Eropa.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 3 jam lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 TahunBreaking
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 9 jam lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat TewasBreaking
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 15 jam lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu