Runtut.com

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

3 menit baca
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

RUNTUT.COM – Perang siber antara Rusia dan Ukraina kembali menunjukkan eskalasinya setelah aplikasi peringatan darurat resmi di kedua negara dilaporkan mengalami peretasan masif secara bersamaan pada 1-2 November 2026. 

Kendati demikian, alih-alih memicu kepanikan massal, pesan-pesan palsu yang disebarkan oleh para peretas justru ditanggapi secara dingin oleh warga sipil yang telah lelah menghadapi situasi konflik bertahun-tahun, bahkan dijadikan bahan meme di media sosial.

Insiden bermula ketika aplikasi peringatan dini serangan udara di Ukraina diretas pada Minggu malam. Melalui sistem notifikasi aplikasi tersebut, peretas menyebarkan klaim palsu bahwa ibu kota Kyiv dan berbagai wilayah lainnya menghadapi ancaman serangan nuklir, bahan kimia, hingga pertempuran darat. 

Pesan tersebut juga mengklaim bahwa rudal hipersonik Oreshnik milik Rusia telah dikerahkan. Menanggapi hal tersebut, Angkatan Udara Ukraina segera mengklarifikasi melalui Telegram bahwa sistem aplikasi mengalami gangguan akibat pengaruh eksternal, menegaskan tidak ada ancaman radiasi, dan meminta warga tetap tenang.

Stepan Tanasiychuk selaku pemimpin proyek Air Raid Alert menyatakan bahwa pemulihan sistem aplikasi sedang dilakukan secara bertahap. Pihaknya juga berkomitmen meningkatkan pengamanan untuk mencegah insiden serupa terulang, mengingat dampak psikologis dan ketidaknyamanan yang dirasakan publik.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, kejadian serupa menimpa Rusia. Aplikasi seluler resmi milik Kementerian Situasi Darurat Rusia (Emercom) diserang oleh gelombang peretasan siber yang menyebabkan tersebarnya informasi palsu ke 33 wilayah di negara tersebut. Pesan peringatan palsu itu mengklaim bahwa hulu ledak nuklir telah diluncurkan ke seluruh wilayah Rusia, lengkap dengan peringatan bernada provokatif. 

Kementerian menyatakan bahwa aplikasi tersebut telah kembali beroperasi normal dan celah keamanan yang dieksploitasi telah diidentifikasi oleh para ahli. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, turut mengakui bahwa seluruh sumber daya elektronik instansi pemerintah berada di bawah ancaman konstan seiring berkembangnya teknologi canggih seperti Kecerdasan Buatan (AI).

Alih-alih panik, reaksi masyarakat di kedua negara justru diwarnai humor dan kritik terhadap lemahnya keamanan siber lembaga resmi. Sejumlah warga di Rusia mengaku langsung menghapus aplikasi tersebut karena merasa rentan, sementara yang lainnya menertawakan redaksi pesan palsu yang dinilai tidak masuk akal. 

Di Ukraina, seorang warga bahkan menanggapinya dengan bercanda terkait kesiapan wali kota Kyiv yang berlatar belakang atlet tinju.

Meskipun respons publik cenderung santai, kenyataannya warga di kedua negara sangat bergantung pada sistem peringatan dini yang andal di tengah baku hantam serangan yang terus berlanjut. 

Di sisi lain, upaya diplomasi internasional terus berjalan. Utusan Khusus AS Steve Witkoff mengumumkan rencana mediasi perundingan tingkat kerja antara Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi pada 10 hingga 11 November mendatang, serta agenda koordinasi keamanan bersama sekutu Barat di Brussels. 

Pengumuman tersebut menyusul kecaman keras Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas serangan bom udara mematikan yang menargetkan fasilitas kemanusiaan di wilayah Zaporizhzhia, yang kembali memicu desakan respons tegas dari komunitas global.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang
Internasional

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

Andini Putri Lestari· 55 menit lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 8 jam lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 1 hari lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 3 hari lalu