Runtut.com

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

2 menit baca
1
Pemandangan udara pantai Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz
Pemandangan udara pantai Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz — Reuters

Pejabat senior Iran mengatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri perang mereka, meskipun ada upaya diplomatik untuk mencegah kemungkinan kembalinya konflik aktif setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, Selasa (3/11/2026). 

“Mediator bekerja keras untuk mempersempit kesenjangan antara Teheran dan Washington. Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya dan Teheran tidak akan menerima tuntutan berlebihan Washington,” katanya mengutip Al Arabiya. 

Mediasi yang digawangi Qatar telah dilaksanakan selama delapan hari terakhir, namun belum mengarah pada kata sepakat.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf mengatakan bahwa bola ada di tangan Amerika Serikat setelah Teheran memberikan respon yang kuat dan rasional kepada Washington. 

“Musuh berusaha memaksa bangsa Iran tunduk melalui ancaman dan aksi militer, tetapi mereka sangat keliru, Iran tidak akan tunduk,” kata Ghalibaf. 

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa respons Teheran terhadap setiap kesalahan perhitungan oleh Amerika Serikat tidak dapat diprediksi dan mengabaikan batasan geografis.

Pada Senin, Amerika Serikat dilaporkan menyerang Pulau Qeshm di Iran. Kantor berita negara Iran IRNA melaporkan terdengar lima ledakan berturut-turut di pulau tersebut, dan beberapa penduduk melaporkan melihat dua pesawat terbang di langitnya. Di hari yang sama, Donald Trump mengungkapkan keraguannya apakah akan melanjutkan ancaman serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pada Selasa.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme
Internasional

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

Rani Masida· 13 menit lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 8 jam lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 1 hari lalu
325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun
Internasional

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 3 hari lalu