“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."
Raja Yordania, Abdullah II mengatakan tidak ada keamanan atau stabilitas yang dapat tercapai di kawasan Timur Tengah sampai hak Palestina atas tanah airnya terpenuhi, Senin (2/11/2026) dalam sambutan pembuka parlemen Yordania.
“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina atas tanah air mereka,” kata Abdullah II mengutip Al Arabiya.
Pernyataan ini muncul pasca Israel mengadakan pemilihan legislatif yang membuat partai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memenangkan suara terbanyak namun masih belum mencapai mayoritas.
Selain itu, respon ini mengikuti ancaman konflik di kawasan Timur Tengah yang lebih luas setelah Iran berjanji akan membalas jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan kepadanya.
Letak Yordania sendiri bertentangga dengan Tepi Barat yang diduduki Israel. Pemerintah Yordania telah lama mengajukan solusi dua negara dan menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1994. Namun, serangan di Tepi Barat dan Yerusalem tidak pernah berhenti dan ambisi ekspansionis Israel menjadi ancaman terbesar bagi masa depan dan harapan kawasan.
“Meskipun ada seruan internasional untuk Israel mengakhiri pelanggarannya, bencana kemanusiaan di Gaza terus berlanjut, serangan tanpa henti di Tepi Barat dan Yerusalem. Ambisi ekspansionis Israel tetap menjadi ancaman terbesar bagi masa depan dan harapan kawasan,” tutup Abdullah II mengutip Al Arabiya.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab