Runtut.com

Kelangkaan BBM Meluas, Distribusi dan Panic Buying Disorot

Kelangkaan BBM di Bali memicu antrean panjang di SPBU. Gangguan distribusi, lonjakan konsumsi, dan panic buying disebut menjadi pemicu.

2 menit baca
3
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah (seperti di Bali dan wilayah lain pada Oktober 2026)
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah (seperti di Bali dan wilayah lain pada Oktober 2026) — Dok. Istimewa

RUNTUT.COM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah (seperti di Bali dan wilayah lain pada Oktober 2026) bukan karena stok nasional habis, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor utama. 

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrian panjang di berbagai SPBU Bali selama sepekan terakhir bukan hanya mengganggu mobilitas warga dan wisatawan, tetapi juga memperpanjang daftar daerah yang menghadapi persoalan serupa dalam beberapa bulan terakhir.

Panjang antrian bisa mencapai 700 meter hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah SPBU, termasuk di kawasan wisata Kuta dan Seminyak, yang merupakan pusat pariwisata. 

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi, menyatakan Pertamina akan melaksanakan penyesuaian pengisian BBM untuk mempercepat pelayanan di SPBU. 

Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina menyebut persoalan ini dipicu kombinasi terganggunya distribusi dan lonjakan permintaan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan stok BBM di depo utama Bali masih tersedia, namun penyaluran ke SPBU terhambat.

Sementara kepanikan masyarakat membuat banyak warga mengisi bahan bakar secara bersamaan.Pertamina menambahkan konsumsi Pertalite meningkat dan distribusi sempat terganggu oleh keterlambatan bongkar muat kapal tanker.

Namun penjelasan tersebut muncul ketika kelangkaan serupa sebelumnya terjadi di Sumatra pada Juli dan Makassar, Sulawesi Selatan pada September.

Bali kini menjadi episentrum terbaru dari rangkaian gangguan BBM yang muncul secara berulang di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang tahun ini.

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah — Dok. Istimewa

Faktor kelangkaan BBM 

1. Gangguan Distribusi dan Kendala Kapal

Pengiriman atau wilayah tertentu sangat bergantung pada transportasi laut. Keterlambatan kedatangan kapal tanker, cuaca buruk, hingga gangguan teknis membuat pasokan belum bisa disalurkan ke SPBU tepat waktu. 

2. Lonjakan Konsumsi

Terjadi peningkatan konsumsi masyarakat terhadap BBM (terutama jenis subsidi atau semi-subsid seperti Pertalite dan Pertamax) yang melebihi jumlah pasokan yang disiapkan sebelumnya. 

3. Aksi Kepanika (Panic Buying) 

Ketika mendengar kabar bahwa suatu SPBU kehabisan stok, sebagian masyarakat langsung panik dan mengisi tangki lebih awal atau membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini membuat stok yang tersisa habis jauh lebih cepat. 

4. Ketergantungan Impor dan Kuota 

Pengamat menilai sistem logistik yang rentang serta ketidaksesuaian antara kuota BBM dengan laju pertumbuhan konsumsi di lapangan turut memicu masalah berulang. 

Berulangnya gangguan BBM di sejumlah daerah menunjukkan bahwa persoalan pasokan perlu ditangani melalui pembenahan distribusi, penyesuaian perencanaan stok dengan kebutuhan konsumsi, serta kesiapan menghadapi hambatan logistik. \

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Hujan Tak Cukup Padamkan Karhutla Kalimantan, Petugas Gunakan Pipa Khusus Tusuk Tanah Gambut
Umum

Hujan Tak Cukup Padamkan Karhutla Kalimantan, Petugas Gunakan Pipa Khusus Tusuk Tanah Gambut

Pemadaman Karhutla di Kalimantan terhambat karena api menyala di dalam tanah gambut. Petugas harus menusuk lahan dengan pipa air agar bara tak kembali menyala.

Maya Sintasari· 6 hari lalu
Sulitnya Padamkan Karhutla Palangka Raya: Meski Permukaan Tanah Basah, Bara Api Masih Menyala di Dalam!
Umum

Sulitnya Padamkan Karhutla Palangka Raya: Meski Permukaan Tanah Basah, Bara Api Masih Menyala di Dalam!

Upaya pemadaman Karhutla di Palangka Raya terkendala bara api yang masih menyala dan panas di bawah permukaan tanah, meski lahan sudah tampak basah.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Sungai Cikalintu Meluap, Arus Deras Rendam Permukiman Warga di Cipaganti Bandung
Umum

Sungai Cikalintu Meluap, Arus Deras Rendam Permukiman Warga di Cipaganti Bandung

Hujan deras memicu Sungai Cikalintu meluap hebat dan merendam rumah-rumah warga di Cipaganti, Kota Bandung pada Jumat (30/10/2026) malam.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Pembangunan Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Genangan di Lima Kawasan Jadi Sasaran
Umum

Pembangunan Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Genangan di Lima Kawasan Jadi Sasaran

Pembangunan rumah pompa Surabaya mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung pertengahan November untuk mengurangi genangan di lima kawasan rawan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026
Umum

Anak-Anak Diajak Mengenal Flora Nusantara dalam Magelang Flower Festival 2026

Magelang Flower Festival 2026 hadirkan edukasi bagi pelajar Kota Magelang untuk mengenal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanaman nusantara.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Daerah Diminta Siaga
Umum

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Daerah Diminta Siaga

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia yang dapat memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 minggu lalu