RUNTUT.COM - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauh dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara di lingkungan masing-masing untuk menjaga kesehatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pada 17 Oktober 2026 bahwa asap karhutla yang sempat terpantau di atmosfer Jabodetabek mulai bergerak menjauh. Berdasarkan pemantauan satelit, asap sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat pada 16 Oktober, tetapi berlangsung singkat dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.
Namun, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Jakarta masih menunjukkan tingkat pencemaran yang berbeda. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup yang disampaikan BMKG mencatat angka 103 di Kelapa Gading, 116 di Menteng, dan 120 di Kebun Jeruk. Ketiganya masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjauhnya asap karhutla tidak serta-merta membuat kualitas udara di seluruh wilayah menjadi baik.
Paparan polusi udara, termasuk partikel halus seperti PM2.5, perlu diperhatikan karena dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan polutan dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.









