Sempat dikira benda asing, serpihan logam raksasa yang jatuh di area perkebunan PT Agro Bukit dipastikan sebagai sisa roket peluncur satelit asal Tiongkok.
KALIMANTAN TENGAH – Puing atau sampah yang jatuh di perkebunan sawit KM 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), Kalimantan Tengah, pada 18 Oktober 2026 dikonfirmasi oleh BRIN sebagai sisa badan roket asal Cina berjenis ZhuQue-2E.
Serpihan badan roket berjenis ZhuQue-2E Y4 (nomor NORAD 101070) jatuh di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Minggu, 18 Oktober 2026, disertai suara dentuman keras, dan kini telah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun.
Dari Peluncuran di Tiongkok hingga Suara Dentuman Misterius di Kalimantan Tengah
Misteri benda asing yang jatuh di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah perlahan mulai terkuak melalui rangkaian peristiwa yang saling berhubungan sejak pertengahan Oktober 2026.
Semuanya bermula pada Rabu, 14 Oktober 2026, ketika perusahaan swasta asal Tiongkok, LandSpace, meluncurkan roket ZhuQue-2E Y4 dari Zona Inovasi Dongfeng. Misi penerbangan roket tersebut membawa 10 unit satelit ke orbit bumi.
Beberapa hari pasca-peluncuran, tepatnya pada Minggu sore, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 17.36 WIB, ketenangan warga di Kalimantan Tengah mendadak terganggu. Suara dentuman keras menggema dari udara dan mengagetkan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Teka-teki asal suara tersebut akhirnya mulai terjawab pada hari-hari berikutnya. Pada Senin, 19 Oktober 2026, para pekerja perkebunan sawit PT Agro Bukit di kilometer 26 dikagetkan oleh penemuan kepingan logam berukuran besar yang tergeletak di area kebun.
Tak berhenti di situ, pencarian di sekitar lokasi pada Selasa, 20 Oktober 2026, kembali membuahkan hasil dengan ditemukannya benda lain berbentuk kubah yang masih memiliki sisa-sisa kabel menempel.
Rangkaian penemuan ini menguatkan dugaan bahwa benda-benda misterius serta suara dentuman keras yang terdengar warga merupakan dampak dari jatuhnya puing komponen roket antariksa tersebut.
Tentang ZhuQue-2E
ZhuQue-2E menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair. Teknologi ini dikenal sebagai propulsi liquid oxygen-liquid methane atau methalox. Teknologi tersebut merupakan salah satu pendekatan yang dikembangkan industri antariksa untuk meningkatkan efisiensi sistem peluncuran.
Roket ZhuQue-2E mempunyai dua tingkat roket dan merupakan pengembangan dari keluarga ZhuQue-2. ZhuQue-2E dirancang untuk membawa satelit ke orbit rendah bumi ataupun orbit sinkron matahari.
Pada roket ZhuQue-2E, badan roket yang diperkirakan merupakan puing yang ditemukan di Sampit, tercatat dengan nomor identifikasi NORAD 101070 dan kode internasional 2026-234L.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab