Karhutla kembali melanda Bromo dan menewaskan lima petugas serta relawan. Simak kronologi kebakaran dan risiko pemadaman di kawasan pegunungan.
RUNTUT.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Kebakaran yang terjadi di wilayah Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026) tersebut berujung tragedi setelah lima orang yang terlibat dalam upaya pemadaman meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, titik api terpantau di lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB. Personel gabungan dari TNBTS bersama relawan karyawan hotel kemudian bergerak menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 10.20 WIB.
Situasi memburuk ketika api semakin membesar akibat tiupan angin kencang. Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah personel dilaporkan terjebak di lokasi kebakaran dan meminta pertolongan karena kobaran api serta asap pekat menghalangi mereka.
Petugas yang berupaya menembus api dan asap kemudian menemukan enam orang korban. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar.
Ketiga korban yang terluka segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, salah seorang di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Dua korban lainnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena mengalami luka bakar serius.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi Lima Orang
Jumlah korban meninggal dunia kemudian bertambah menjadi lima orang setelah Munawi, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) ketika menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Munawi mengalami luka bakar sekitar 51 persen dari luas tubuhnya disertai gangguan fungsi organ. Sebelumnya, ia sempat menjalani tindakan medis, termasuk cangkok kulit, sebelum kondisinya kembali memburuk.
Pada Rabu (21/10/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita atas gugurnya lima orang yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Peristiwa ini menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi petugas dan relawan ketika berupaya memadamkan kebakaran di kawasan pegunungan.
BNPB juga mencatat penanganan kebakaran telah dilakukan hingga 13 kali di kawasan pegunungan TNBTS. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di kawasan ini perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan perlindungan personel yang bertugas.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab